Otorita IKN mencatat lonjakan signifikan arus kunjungan masyarakat ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) selama periode libur panjang Maret 2026.
Data resmi Otorita IKN menunjukkan sebanyak 352.102 pengunjung memadati kawasan ini dalam rentang waktu 12 hari, yakni sejak 18 hingga 29 Maret 2026.
Antusiasme tersebut diikuti dengan volume kendaraan yang mencapai 80.105 unit, mencakup kendaraan pribadi hingga bus pariwisata.
Titik-titik seperti Istana Negara, Masjid Negara, Jembatan Kaca di area Glamping, hingga Bendungan Sepaku Semoi menjadi pusat konsentrasi massa.
Kawasan Plaza Seremoni dan Plaza Bhinneka kini bertransformasi menjadi ruang interaksi publik yang hidup, didukung oleh fasilitas kuliner dan aktivitas sosial yang mulai tumbuh organik.
Sementara itu, fasilitas edukatif seperti Sentra Massa, yang menyuguhkan teater mini dan Pusat Kendali Mini IKN, memberikan gambaran komprehensif bagi pengunjung mengenai masa depan kota cerdas ini.
Turis asal Belanda, Michael De Jong, menuturkan, arsitektur IKN indah, bersih, dan nyaman.
"Luar biasa melihat kota modern dibangun di tengah hutan. Saya berharap pemerintah terus melindungi alam yang indah ini agar tetap hidup berdampingan," ujar Michael dikutip Kompas.com, Selasa (31/3/2026).
Senada dengan Michael, Sopiansah, pengunjung asal Kalimantan Utara, mengakui kemudahan akses yang kini telah terhubung melalui jalan tol.
"Perjalanan terasa nyaman. Sebagai masyarakat Kalimantan, kami bangga melihat keramaian ini. Pengunjung datang dari berbagai daerah, tidak pernah sepi," tuturnya.
Pelayanan dan Keamanan
Besarnya volume pengunjung menuntut kesiagaan ekstra dari Tim Pelayanan Kunjungan Masyarakat.
Di bawah koordinasi Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, dan Deputi Pengendalian Pembangunan, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, operasional di lapangan melibatkan kolaborasi lintas unsur, mulai dari TNI, Polri, Kementerian PU, hingga tenaga kesehatan.
Dinamika di lapangan pun beragam, mulai dari penanganan barang hilang hingga bantuan bagi pengunjung yang terpisah dari rombongan.
Sri Wahyuni, salah satu petugas keamanan di Kantor Bersama 1, menceritakan kesigapan timnya dalam menghadapi situasi tak terduga.
"Momen unik tentu ada. Kami sering diminta membantu mencari keberadaan anak yang terpisah dari orang tuanya atau mencari barang pengunjung yang tertinggal. Kami harus selalu siap siaga melayani di tengah kepadatan ini," ungkap Sri.
Komitmen Menuju Masa Depan
Pembangunan IKN kini telah merambah pada penguatan ekosistem sosial dengan penyelesaian infrastruktur pendukung seperti pasar, fasilitas pendidikan, hingga kehadiran institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Gunadarma dan Sekolah Taruna Nusantara.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara OIKN, Troy Pantouw, menegaskan, transparansi pembangunan menjadi kunci utama.
Melalui prinsip seeing is believing, masyarakat diundang untuk menyaksikan langsung bahwa Nusantara bukan sekadar deretan gedung pemerintahan.
"Masyarakat bisa melihat langsung bagaimana ekosistem kawasan terus dibangun. IKN adalah milik bersama, dibangun oleh anak bangsa untuk masa depan Indonesia yang gilang-gemilang," tuntas Troy.
https://ikn.kompas.com/read/2026/03/31/210000387/tembus-352.000-pengunjung-dalam-12-hari-ikn-jadi-magnet-wisata-baru