Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Arahan Prabowo: IKN Lanjut, Kompleks Lesgilatif dan Yudikatif Tuntas 2028

Presiden Prabowo Subianto secara tegas memberikan arahan agar pembangunan simbol kedaulatan demokrasi yakni kompleks Legislatif dan Yudikatif tetap digeber tanpa interupsi.

Langkah ini merupakan sinyal kuat komitmen Pemerintah kepada pasar dan dunia internasional akan keberlanjutan struktur kenegaraan dengan target rampung 2027-2028.

Kepastian berlanjutnya proyek ini ditegaskan langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Saat meninjau lokasi pembangunan pada Sabtu (11/04/2026), pria yang akrab disapa Pak Bas ini menepis keraguan publik mengenai potensi penghentian proyek akibat kebijakan efisiensi fiskal.

“Pembangunan kompleks lembaga yudikatif dan legislatif tidak termasuk dalam efisiensi. Pembangunan tetap berjalan, jadi tidak perlu ragu,” tegas Basuki.

Pernyataan ini menjadi "jaminan keamanan" bagi para kontraktor dan investor bahwa fokus pemerintah saat ini adalah menuntaskan ekosistem inti pemerintahan (KIPP) agar fungsi legislasi dan peradilan bisa segera bermigrasi ke Kalimantan Timur.

Simbol Demokrasi dan Keadilan

Pembangunan di dua kawasan strategis ini adadalah untuk menciptakan ruang kerja yang representatif bagi para wakil rakyat dan penjaga konstitusi.

Berikut rinciannya:

1. Kawasan Legislatif

Proyek ini mencakup lima gedung utama yang akan menjadi pusat syaraf politik Indonesia, yaitu Gedung Paripurna, Gedung DPR, Gedung DPD, dan Gedung MPR.

Gedung Paripurna dirancang sebagai jantung kegiatan dengan kapasitas masif hingga 1.579 orang.

Progres saat ini sedan dalam proses penyempurnaan desain dan menunggu ketuk palu persetujuan dari Presiden Prabowo.

Untuk mendukung mobilitas antargedung, jalan kawasan sepanjang 3,7 kilometer kini tengah disiapkan setelah tahapan pembersihan lahan rampung.

2. Kawasan Yudikatif

Pembangunan lembaga peradilan dibagi menjadi dua paket besar:

Paket Pertama: Fokus pada kemegahan Gedung Mahkamah Agung yang dilengkapi dengan Plaza Keadilan sebagai ruang publik sekaligus simbol transparansi hukum.

Paket Kedua: Pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi dan fasilitas masjid kawasan.

Area ini akan didukung oleh jaringan jalan kawasan yang lebih luas, mencapai 8 kilometer, untuk memastikan aksesibilitas yang mumpuni.

Perpipaan Bawah Tanah dan Embung

Untuk mendukung kedua kompleks tersebut, pemerintah tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional yang merusak estetika kota.

Seluruh jaringan perpipaan air minum kini tengah diintegrasikan melalui Multi-Utility Tunnel (MUT).

Ini adalah terowongan bawah tanah multifungsi yang memastikan tidak akan ada lagi galian kabel atau pipa di masa depan yang merusak aspal jalan.

Dari sisi ketahanan lingkungan, penguatan infrastruktur air dilakukan melalui pembangunan Embung EC-08 dan Kolam Retensi TR01.

Fasilitas ini dianggap sebagai instrumen vital pengendali banjir dan cadangan air baku bagi kawasan inti pusat pemerintahan.

https://ikn.kompas.com/read/2026/04/12/101949787/arahan-prabowo-ikn-lanjut-kompleks-lesgilatif-dan-yudikatif-tuntas-2028

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar