Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pimpinan MPR ke IKN, Apa yang Ditinjau?

Kunjungan ini merupakan langkah penting untuk memvalidasi apakah megaproyek ini sudah benar-benar layak huni atau masih dalam tahap etalase.

Fokus utama peninjauan kali ini menyasar pada tiga titik fundamental: aksesibilitas udara, pusat komando otorita, dan ketersediaan lahan lembaga tinggi negara.

Titik Tinjauan 

Pimpinan MPR akan menyisir beberapa lokasi strategis, seperti Bandara Internasional IKN sebagai gerbang utama, kesiapan operasional bandara ini menentukan efisiensi mobilitas pejabat negara dan logistik pemerintahan.

Rombongan juga berkunjung ke Kantor Otorita IKN yang menjadi pusat pemaparan data terbaru mengenai progres pembangunan fisik dan kendala lapangan yang masih tersisa.

Selanjutnya rombongan akan meninjau langsung lahan yang dialokasikan untuk pembangunan kantor legislatif.

Desain gedung ini sebenarnya sudah ada sejak sayembara tahun 2022, namun kini sedang dalam tahap penyesuaian ulang.

Menunggu Komando

Meski fisik bangunan mulai terlihat, perpindahan lembaga negara tetap bergantung pada satu variabel utama: keputusan Presiden.

Plt Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menegaskan bahwa infrastruktur adalah syarat mati sebelum mobilisasi massal dilakukan.

“Kesiapan infrastruktur menjadi faktor utama sebelum proses pemindahan dilakukan. Kalau sudah siap, baru kita akan memindahkan ASN dari legislatif, yudikatif, dan eksekutif,” ujar Siti.

Selain soal kesiapan bangunan, efisiensi anggaran menjadi sorotan dalam perencanaan gedung MPR yang baru.

Siti menekankan bahwa desain lama akan disesuaikan dengan kebutuhan terkini tanpa mengabaikan prinsip penghematan kas negara. 

Urgensi Layanan Dasar

Aspek menarik dari kunjungan ini adalah perhatian pada fasilitas pendukung seperti rumah sakit dan masjid.

IKN tidak bisa dipaksa beroperasi hanya dengan gedung perkantoran yang megah.

Tanpa layanan kesehatan yang mumpuni dan sarana ibadah yang memadai, pemindahan ribuan ASN dinilai hanya akan menjadi beban sosial baru di Kalimantan Timur.

https://ikn.kompas.com/read/2026/04/20/105149487/pimpinan-mpr-ke-ikn-apa-yang-ditinjau

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com