Penanaman pohon ini menjadi upaya pemulihan kawasan yang mengalami degradasi akibat maraknya aktivitas perambahan hutan ilegal.
Melibatkan Satuan Tugas Penanggulangan Aktivitas Ilegal, Universitas Mulawarman, serta unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan, fokus utama kegiatan ini adalah mengembalikan tutupan hutan hujan tropis Kalimantan pada area yang telah terbuka guna mendukung visi Nusantara sebagai kota hutan.
Sebanyak 100 bibit pohon jenis gaharu, balangeran, nyatoh, meranti, dan nyamplung ditanam di lokasi tersebut.
Pemilihan jenis pohon ini didasarkan pada karakteristik hutan tropis yang memiliki nilai ekologis tinggi serta potensi pengembangan energi baru terbarukan di masa depan.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri, menegaskan bahwa penanaman ini merupakan pesan tegas kepada pihak-pihak yang masih melakukan aktivitas ilegal di kawasan konservasi.
Menurutnya, Otorita IKN sudah melakukan upaya-upaya persuasif untuk menghentikan kegiatan ini, karena lokasi ini penting sebagai lokasi untuk membangun hutan tropis Kalimantan melalui pendekatan saintifik.
"Jika ada patroli, kegiatan ini berhenti, tapi kalau tidak ternyata kegiatan tersebut masih berlangsung. Karena itu, kegiatan hari ini untuk menunjukkan bahwa semua pihak ini berkomitmen bahwa Tahura ini harus dijaga, tanpa mengenyampingkan bahwa proses hukum bagi pihak-pihak yang memang terbukti melakukan itu akan terus berjalan,” jelas Myrna.
Tantangan Rehabilitasi dan Pengamanan Kawasan
Kawasan Tahura Bukit Soeharto selama ini menghadapi tantangan besar berupa aktivitas perambahan yang masif.
Penanaman pohon di area yang telah terbuka dalam waktu lama memerlukan pendekatan teknis yang lebih kompleks dibandingkan sekadar penghijauan biasa.
Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Sumber Daya Hayati Hutan Tropis Lembap Universitas Mulawarman, Ibrahim, menjelaskan bahwa ekosistem hutan hujan tropis memiliki kemampuan menyimpan hingga 70 persen dari vegetasi, sehingga keberlangsungannya harus diprioritaskan.
Ibrahim juga menyoroti bahwa upaya rehabilitasi hutan tidaklah sederhana. Kondisi lahan yang sudah terbuka menuntut konsistensi dalam pengamanan agar bibit yang telah ditanam dapat tumbuh optimal tanpa gangguan aktivitas ilegal susulan.
Kolaborasi antara Otorita IKN dan akademisi ini bertujuan untuk memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara tetap berpijak pada fondasi ekologis yang kuat.
Melalui penguatan pengawasan dan aksi penghijauan berkelanjutan, pemerintah berupaya memastikan Tahura Bukit Soeharto kembali menjadi benteng hijau bagi Kalimantan Timur.
https://ikn.kompas.com/read/2026/04/29/072819387/otorita-ikn-reklamasi-tahura-soeharto-dan-ancam-pidanakan-perambah