Proyek strategis nasional Jalan Tol IKN Seksi 3A-2 yang menghubungkan Jembatan Pulau Balang hingga Simpang Itci kini tengah dipacu menuju penyelesaian.
Jika tak ada aral melintang, ruas vital ini dijadwalkan beroperasi penuh pada Januari 2027.
Dengan jarak tempuh sekitar 70 km, perjalanan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan menuju jantung IKN yang semula memakan waktu hingga 2,5 jam, bakal terpangkas drastis menjadi hanya sekitar 60 menit.
Efisiensi waktu 90 menit ini menjadi kunci utama percepatan ekonomi di kawasan tersebut.
Tanah Labil dan Cuaca Ekstrem
Membangun infrastruktur di Kalimantan Timur bukan perkara mudah. Tim konstruksi harus berhadapan langsung dengan musuh alami: tanah yang labil dan mudah bergeser, ditambah curah hujan tinggi yang kerap mengancam stabilitas lereng.
Namun, kolaborasi BUMN melalui PT Hutama Karya, PT Adhi Karya Tbk, PT Nindya Karya, dan PT Brantas Abipraya menjawab tantangan tersebut dengan teknologi tinggi.
Penggunaan Building Information Modeling (BIM), LiDAR, hingga drone photogrammetry dikerahkan untuk memastikan akurasi struktur di atas medan yang sulit.
"Fungsionalnya ruas ini menunjukkan kesiapan Hutama Karya dalam mengerjakan proyek strategis dengan kompleksitas tinggi, baik dari sisi teknis maupun kondisi geografis," ujar Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani.
Secara teknis, Tol Seksi 3A-2 ini diklaim memiliki spesifikasi mumpuni dengan kombinasi jalan at-grade sepanjang 2,34 km dan struktur elevated pile slab sepanjang 1,745 km.
Desain dua lajur dengan lebar 11,25 meter ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi pengendara.
Meski sudah sempat difungsikan secara terbatas pada periode Natal-Tahun Baru 2025/2026 dan Lebaran 2026, pekerjaan di lapangan masih terus dikebut.
Fokus saat ini meliputi penyelesaian struktur slab-on-pile dan ramp, pemasangan steel box girder di titik-titik krusial, dan pekerjaan proteksi lereng serta beautifikasi agar tol tak hanya kokoh, tapi juga estetis.
Dampak Sosial dan Ekonomi Lokal
Sebanyak 527 tenaga kerja terlibat langsung, dan 15 persen di antaranya adalah tenaga lokal Kalimantan Timur yang telah dibekali pelatihan teknis dan sertifikasi profesi.
Hutama Karya optimistis bahwa target penyelesaian pada 31 Desember 2026 akan tercapai. Setelah melalui uji kelayakan menyeluruh, masyarakat akan bisa menikmati akses penuh menuju IKN mulai awal tahun 2027.
Konektivitas antara Balikpapan, Samarinda, dan IKN kini bukan lagi sekadar narasi di atas kertas, melainkan fondasi nyata bagi pertumbuhan ekonomi baru di gerbang masa depan Indonesia.
https://ikn.kompas.com/read/2026/05/07/053000687/balikpapan-ikn-cuma-60-menit-tol-pulau-balang-sp-itci-beroperasi-2027