Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jet Pribadi Makin Sering Mendarat di Bandara Internasional Nusantara IKN

Deru mesin pesawat jet pribadi (private jet) kian intens menyentuh landasan pacu Bandara Internasional Nusantara pasca kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada Januari 2026.

Mereka membawa para investor dalam dan luar negeri, serta para pejabat tinggi negara yang ingin melihat kemajuan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Fenomena ini bukan sekadar aktivitas aviasi biasa, melainkan indikator kuat bahwa urat nadi logistik dan mobilitas IKN, ini telah berfungsi secara faktual.

Transformasi infrastruktur udara yang awalnya dirancang sebagai bandara VVIP menjadi bandara internasional merupakan langkah strategis untuk menjawab tuntutan investasi global.

Kendati status perubahan menjadi bandara umum, belum secara resmi ditandatangani Presiden Prabowo Subianto, intensitas pendaratan jet pribadi belakangan ini menjadi sinyalmen positif bagi para investor mengenai kesiapan operasional gerbang udara utama IKN tersebut.

Regulasi ini menjadi payung hukum utama yang mengintegrasikan koordinasi antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum (sebelumnya PUPR), hingga Otorita IKN.

Statusnya yang kini bergeser menjadi bandara internasional bertujuan untuk memastikan keberlanjutan ekonomi (economic sustainability), di mana bandara tidak hanya melayani tamu negara, tetapi juga mobilitas bisnis dan logistik internasional yang menjadi tulang punggung pertumbuhan kawasan.

Secara teknis, Bandara Internasional Nusantara yang menempati area HPL Badan Bank Tanah seluas 621 hektar, dibangun dengan spesifikasi kelas dunia untuk mengakomodasi trafik pesawat berbadan lebar.

Di sisi udara (airside), bandara ini memiliki panjang landasan pacu 3.000 meter. Dimensi ini lebih panjang ketimbang Bandara Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) atau pun Bandara Aji Pangeran Temenggung Pranoto.

Sementara lebar landasan pacu dirancang 45 meter dengan kapasitas apron mampu menampung berbagai jenis pesawat, mulai dari jet korporat hingga pesawat komersial berbadan lebar (wide body) secara simultan macam seri Boeing 777 dan Airbus A380.

Sedangkan sistem taxiway dibuat presisi untuk menjamin efisiensi pergerakan pesawat dari landasan ke terminal.

Fasilitas eksklusif untuk tamu negara dan diplomatik dengan sistem keamanan tingkat tinggi juga tersedia.

Lobby dan check in counter atau area publik yang luas, dilengkapi dengan sistem pemrosesan penumpang digital untuk efisiensi waktu.

Terdapat tuang tunggu dan lounge, untuk refleksi dan bisnis yang nyaman bagi para pemangku kepentingan.

Saat ini, pengembangan Bandara Internasional Nusantara memasuki tahapan lanjutan, yakni pelelangan untuk fasilitas esensial lainnya, termasuk gedung perkantoran, fasilitas karantina, dan keimigrasian guna melengkapi fungsi Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ).

Besarnya skala proyek ini tecermin dari alokasi anggaran yang signifikan untuk menjamin kualitas infrastruktur jangka panjang.

Plt Kepala Bandara Internasional Nusantara, Imam Alwan, mengungkapkan, investasi sisi udara mencapai angka Rp 4,2 triliun, difokuskan pada konstruksi runway, taxiway, apron, dan sistem navigasi udara.

Sementara investasi sisi darat diialokasikan sebesar Rp 800 miliar untuk pembangunan gedung terminal, akses jalan, dan infrastruktur penunjang lainnya.

Adapun biaya untuk menjaga standar layanan dan keamanan internasional, biaya operasional bandara diproyeksikan sebesar Rp 9 miliar per tahun.

"Bandara Internasional Nusantara telah menunjukkan performa yang sangat stabil. Fakta bahwa sejumlah jet pribadi telah mendarat dengan mulus berkali-kali di sini membuktikan bahwa kesiapan operasional, mulai dari sisi udara hingga navigasi, sudah berada pada level yang diharapkan," terang Imam.

Imam melanjutkan, kehadiran jet pribadi ini mencerminkan kepercayaan diri pasar. Aksesibilitas udara yang mumpuni adalah syarat mutlak bagi sebuah ibu kota baru untuk dapat bersaing di level global.

Bandara ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai pintu masuk bagi pejabat, tetapi bertransformasi menjadi hub logistik yang akan mempercepat distribusi barang dan jasa di Kalimantan Timur.

"Tantangan ke depan bagi kami adalah menjaga konsistensi layanan di tengah meningkatnya minat kunjungan ke IKN Tahap II," cetus Imam.

Dengan koordinasi yang kuat antara kementerian terkait dan Badan Bank Tanah selaku penyedia lahan, Bandara Internasional Nusantara diprediksi akan menjadi salah satu bandara paling strategis di Indonesia.

https://ikn.kompas.com/read/2026/05/08/100055987/jet-pribadi-makin-sering-mendarat-di-bandara-internasional-nusantara-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com