Salah satu jalur utama, Jalan Tol IKN Seksi 3A-2 Karangjoang-KKT Kariangau-Jembatan Sungai Wain, ditargetkan selesai secara menyeluruh pada 31 Desember 2026 dan mulai beroperasi penuh pada Januari 2027.
Kepastian operasional ini akan ditetapkan setelah proyek melewati seluruh tahapan uji kelayakan oleh otoritas terkait.
Ruas jalan tol ini mengubungkan jaringan Tol Balikpapan–Samarinda langsung menuju kawasan inti pemerintahan IKN serta Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Melalui koridor sepanjang 70 kilometer ini, waktu tempuh perjalanan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan menuju IKN diproyeksikan pangkas menjadi sekitar 60 menit.
Durasi tersebut memberikan efisiensi waktu hingga 90 menit jika dibandingkan dengan rute jalan arteri konvensional sebelumnya.
Metode Slab-on-Pile
Konstruksi fisik Tol IKN Seksi 3A-2 mencakup pembangunan jalan at-grade sepanjang 2,34 kilometer serta struktur elevated pile slab sepanjang 1,745 kilometer.
Proyek ini juga dilengkapi dengan pembangunan jembatan, Simpang Susun Karangjoang, dan exit tol. Badan jalan dirancang dengan spesifikasi dua lajur dan memiliki lebar 11,25 meter.
Kondisi geologis Kalimantan Timur yang didominasi oleh jenis tanah lempung ekspansif menjadi tantangan struktural utama dalam menjaga stabilitas lereng dan badan jalan.
Karakteristik tanah ini sangat rentan bergeser dan mengalami penurunan daya dukung, terutama saat dipicu oleh tingginya curah hujan harian di lokasi proyek.
Untuk mengatasinya, kontraktor menerapkan kombinasi struktur at-grade dan pondasi slab-on-pile guna meminimalkan risiko amblesan.
Hingga paruh pertama tahun 2026 ini, pengerjaan di lapangan berfokus pada penyelesaian komponen sekunder.
Para pekerja di lapangan tengah merampungkan pembangunan ramp, struktur slab-on-pile, pemasangan steel box girder di titik-titik elevasi tinggi, perkerasan akhir permukaan jalan, serta proteksi lereng bangunan guna mencegah erosi tanah.
Konsorsium Integrated Joint Operation
Eksekusi proyek senilai triliunan rupiah ini dilakukan melalui skema Integrated Joint Operation*yang melibatkan kolaborasi empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi.
Mereka adalah PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT Nindya Karya, dan PT Brantas Abipraya (Persero).
Guna mempercepat akurasi pemetaan topografi dan memitigasi kesalahan desain struktural, konsorsium memigrasikan metode pengawasan dari darat ke sistem pemantauan digital terintegrasi.
Manajemen memanfaatkan teknologi Building Information Modeling (BIM), pemindaian laser Light Detection and Ranging (LiDAR), serta pemetaan udara melalui drone photogrammetry.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan bahwa integrasi teknologi digital ini merupakan langkah mitigasi wajib untuk menghadapi kompleksitas medan di lapangan.
"Fungsionalnya ruas ini menunjukkan kesiapan Hutama Karya dalam mengerjakan proyek strategis dengan kompleksitas tinggi, baik dari sisi teknis maupun kondisi geografis, serta mendukung percepatan konektivitas menuju IKN," jelas Hamdani, dikutip Kompas.com, Senin (25/5/2026).
Sebelumnya, proyek yang memulai peletakan batu pertama pada 21 Desember 2023 ini telah diuji coba secara fungsional terbatas untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, tepatnya setelah melewati 730 hari masa kerja.
Jalur ini kemudian kembali difungsikan secara terbatas untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 yang dibuka sejak 13 Maret 2026, atau setelah mencatatkan 813 hari masa pengerjaan konstruksi berjalan.
Standardisasi Kompetensi dan Kuota Tenaga Kerja Lokal
Di sektor ketenagakerjaan, proyek Tol IKN Seksi 3A-2 ini melibatkan total 527 tenaga kerja.
Manajemen menetapkan kuota pemanfaatan porsi tenaga kerja lokal asal Provinsi Kalimantan Timur sebesar 15 persen dari total serapan sumber daya manusia di lapangan.
Untuk memenuhi standar keselamatan kerja dan spesifikasi teknik tinggi yang disyaratkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), para pekerja lokal tersebut diwajibkan mengikuti rangkaian pelatihan teknis terstruktur serta sertifikasi profesi perpipaan dan mekanik di awal masa kontrak.
Pemberdayaan kapasitas ini diharapkan dapat meninggalkan keahlian teknis yang berkelanjutan bagi angkatan kerja daerah.
Penyelesaian Tol IKN Seksi 3A-2 tidak hanya akan memangkas biaya logistik hulu secara masif, tetapi juga memperkuat korporasi ekonomi wilayah Balikpapan dan Samarinda sebagai kota penyangga utama ibu kota baru.
https://ikn.kompas.com/read/2026/05/25/163818787/pangkas-waktu-sepingganikn-jadi-60-menit-tol-seksi-3a-2-beroperasi-2027