Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan, pembangunan Nusantara tetap memperhatikan aspek lingkungan, termasuk pengelolaan hutan.
"Tidak benar kalau ada yang bilang IKN mangkrak. Dan, hari ini saya juga tegaskan bahwa tidak benar kalau IKN merusak hutan. Kita memiliki setiap kedeputian yang bertanggung jawab dalam pembangunan, termasuk pengelolaan hutan," ujar Troy dalam Seminar Nasional Public Nations 2026 di Gedung Prof. Ir. H. Rachmad Hernadi, M.Sc., Universitas Mulawarman, Samarinda, Sabtu (23/05/2026).
Seminar bertema IKN Sebagai Tonggak Pemerataan Ekonomi Nasional tersebut dihadiri mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Timur, di antaranya Universitas Mulawarman, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, serta Politeknik Negeri Samarinda.
Dorong Penanaman Pohon dan Energi Bersih
Troy juga mengatakan Otorita IKN mendorong kebiasaan menanam pohon serta pemanfaatan energi bersih di kawasan Nusantara.
Menurut dia, kegiatan penanaman pohon termasuk tanaman endemik Kalimantan terus dilakukan.
"Melalui kebijakan Bapak Kepala Otorita IKN, saat ini kami memiliki gaya hidup baru yaitu menanam pohon langsung oleh Insan Otorita IKN. Kemarin Jumat (22/05/2026), kami juga baru saja melaksanakan kegiatan penanaman pohon, termasuk pohon endemik Kalimantan," kata Troy.
Ia menambahkan, bangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara juga didukung pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN.
"Terlebih lagi, di KIPP Nusantara, bangunan-bangunan juga didukung listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN yang berkapasitas hingga sekitar 50 MW," ujar dia.
Mahasiswa Soroti Lingkungan dan Energi
Dalam diskusi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait kebermanfaatan energi dan pengelolaan lingkungan di kawasan Nusantara.
Anggota Departemen Penelitian dan Pengembangan HIMANISLIK FISIP Universitas Mulawarman, Nur Nailah, mengatakan generasi muda perlu mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045 seiring pembangunan IKN.
"Dengan adanya pembangunan IKN ini, termasuk melalui seminar pada hari ini, kita sebagai generasi muda sekaligus mahasiswa harus mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas Tahun 2045. Dari situ, kita bisa melihat dan kita bisa percaya bahwasanya itu akan terjadi," kata Nur Nailah.
Diskusi juga menghadirkan pandangan dari kalangan akademisi mengenai penguatan riset dan inovasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dosen Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman, Wendy Waldianto, mengatakan saat ini terdapat nota kesepahaman antara Otorita IKN dan Universitas Mulawarman untuk mendorong inovasi serta penguatan ekosistem di IKN.
"Saat ini, terdapat MoU antara Otorita IKN dengan Universitas Mulawarman untuk mendorong inovasi-inovasi untuk keberlanjutan dan penguatan ekosistem di IKN, termasuk melalui peran mahasiswa dalam pembangunan berkelanjutan," ujar Wendy.
https://ikn.kompas.com/read/2026/05/25/180000287/otorita-bantah-proyek-ikn-merusak-hutan