Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mantan Menteri Perumahan Rakyat Investasi di IKN, Bangun Kawasan Hunian

Hal ini menyusul langkah strategis yang digagas oleh Siswono Yudohusodo, terkait pengembangan kawasan hunian di Wilayah Pengembangan (WP) 2, Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan, keterlibatan figur yang sarat pengalaman empiris di bidang perumahan rakyat dan konstruksi memberikan dimensi baru.

"Kunjungan ini adalah bentuk komitmen nyata. Melalui PT Bangun Tiipta Sarana, beliau berencana berinvestasi di sektor perumahan," ujar Basuki, dikutip Kompas.com, Selasa (4/8/2026).

Basuki menganggap kunjungan ini istimewa. Terlebih, Siswono merupakan putera Kalimantan Timur yang pulang membangun tanah kelahirannya.

Kepercayaan dari tokoh senior ini menjadi penyemangat besar, sekaliqus bukti bahwa daya tarik IKN, khususnya WP 2, semakin baik di mata para pelaku usaha.

Langkah ini tidak hanya sebagai investasi modal swasta, juga bentuk transfer pengetahuan moral dan manajerial dari generasi perintis pembangunan infrastruktur Indonesia kepada proyek mercusuar masa depan bangsa.

Sebagai mantan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) periode 1988–1993 sekaligus mantan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI), nama Siswono lekat dengan sejarah penataan pemukiman di Tanah Air.

Konsep hunian berimbang yang mewajibkan pengembang memadukan pembangunan rumah sederhana, menengah, dan mewah dalam satu kawasan merupakan salah satu warisan kebijakan penting pada masa kepemimpinannya.

Dalam konteks pembangunan IKN, tantangan terbesar bukan pada membangun gedung-gedung perkantoran atau istana negara, melainkan memastikan bahwa ekosistem perkotaan yang tercipta bersifat inklusif.

Kawasan baru ini harus mampu menampung seluruh lapisan masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) golongan bawah, pekerja konstruksi, hingga tenaga profesional, tanpa memicu segregasi sosial atau disparitas harga tanah yang berlebihan.

Pembangunan kota baru tidak boleh terjebak pada eksklusivitas semata. Keberhasilan IKN sangat ditentukan oleh kemampuan penyediaan hunian yang manusiawi, terjangkau, dan terintegrasi dengan sistem transportasi publik.

Menjawab Tantangan Ekosistem Perkotaan

Keterlibatan sektor swasta yang dipimpin oleh tokoh-tokoh senior dengan reputasi panjang menunjukkan adanya kepercayaan pasar yang mulai terkonsolidasi.

Selama ini, isu utama dalam pemindahan ibu kota berkisar pada kesiapan infrastruktur dasar, aksesibilitas logistik, serta jaminan kenyamanan hidup bagi penduduk gelombang pertama yang bermigrasi.

Dengan pengalaman panjang di PT Bangun Tjipta Sarana, perusahaan konstruksi yang telah malang melintang menangani berbagai proyek infrastruktur strategis nasional, gagasan perumahan yang diusung diproyeksikan mampu menjawab standar teknis yang ketat.

Aspek keberlanjutan lingkungan, efisiensi energi, serta integrasi dengan konsepsmart forest city menjadi tolok ukur utama yang wajib dipenuhi oleh setiap pengembang yang masuk ke wilayah IKN.

 

https://ikn.kompas.com/read/2026/08/04/213721487/mantan-menteri-perumahan-rakyat-investasi-di-ikn-bangun-kawasan-hunian

Terkini Lainnya

Hampir Rampung, Proyek Rusun ASN dan MBR di IKN Tembus 97,57 Persen
Hampir Rampung, Proyek Rusun ASN dan MBR di IKN Tembus 97,57 Persen
News
Diduga Sengaja Dibakar Demi Sawit, 1.600 Hektar Hutan dan Lahan IKN Hangus
Diduga Sengaja Dibakar Demi Sawit, 1.600 Hektar Hutan dan Lahan IKN Hangus
News
SMA Taruna Nusantara Kian Ekspansif, Kampus Anyar Sudah Berdiri di IKN
SMA Taruna Nusantara Kian Ekspansif, Kampus Anyar Sudah Berdiri di IKN
News
Kemenhut Guyur Ratusan Juta Rupiah Modal Usaha untuk Warga Pesisir IKN
Kemenhut Guyur Ratusan Juta Rupiah Modal Usaha untuk Warga Pesisir IKN
News
Usai Jual Mal di Medan, Agung Podomoro Alihkan Radar Ekspansi Dekat IKN
Usai Jual Mal di Medan, Agung Podomoro Alihkan Radar Ekspansi Dekat IKN
News
Investasi Swasta di IKN Tembus Rp 75,77 Triliun, Ini Dampaknya buat Ekonomi
Investasi Swasta di IKN Tembus Rp 75,77 Triliun, Ini Dampaknya buat Ekonomi
News
Proyek IKN Kian Masif, Setoran Pajak Kaltim Tembus Rp 12,69 Triliun
Proyek IKN Kian Masif, Setoran Pajak Kaltim Tembus Rp 12,69 Triliun
News
Mahakam Investment Forum 2026 Jaring Komitmen Investasi Rp 54,6 Triliun di Kaltim dan IKN
Mahakam Investment Forum 2026 Jaring Komitmen Investasi Rp 54,6 Triliun di Kaltim dan IKN
News
Kardinal Suharyo Cek Langsung Bakal Basilika Pertama Indonesia di IKN
Kardinal Suharyo Cek Langsung Bakal Basilika Pertama Indonesia di IKN
News
Delineasi IKN Dihantam 309 Karhutla, Satu Perusahaan Disanksi dan Satu Orang Tersangka
Delineasi IKN Dihantam 309 Karhutla, Satu Perusahaan Disanksi dan Satu Orang Tersangka
News
Tembus Rp 75,77 Triliun! Ini Daftar Investor Swasta yang Resmi Masuk IKN
Tembus Rp 75,77 Triliun! Ini Daftar Investor Swasta yang Resmi Masuk IKN
News
Investasi Rp 3,7 Triliun Guyur IKN, Dari Resto Arab hingga Galeri Mebel Jepara
Investasi Rp 3,7 Triliun Guyur IKN, Dari Resto Arab hingga Galeri Mebel Jepara
News
Investasi Swasta dan KPBU Mulai Deras Mengalir ke IKN, Ini Rinciannya
Investasi Swasta dan KPBU Mulai Deras Mengalir ke IKN, Ini Rinciannya
News
Percepat Akses Menuju IKN, Tol Sepinggan Paket 1B Tembus 34,5 Persen
Percepat Akses Menuju IKN, Tol Sepinggan Paket 1B Tembus 34,5 Persen
News
Lima Desa Penyangga IKN Masuk Rencana Penataan Ruang, Ini Arah Pengembangannya
Lima Desa Penyangga IKN Masuk Rencana Penataan Ruang, Ini Arah Pengembangannya
News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar