Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Otorita Klaim, Karhutla Berjarak 30 Kilometer dari Kawasan Inti IKN

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi Danis H. Sumadilaga mengatakan, titik kebakaran terdekat berjarak sekitar 30-40 kilometer dari KIPP.

"Jarak titik yang paling dekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN sekitar 30-40 kilometer. Memang masih masuk dalam delineasi IKN, tetapi secara jarak cukup jauh dari kawasan inti," ujar Danis di Lanud Dhomber, Balikpapan, Selasa (08/09/2026), dikutip dari keterangan resmi, Rabu (09/09/2026).

Menurut Danis, penanganan karhutla terus dilakukan sebagai langkah pencegahan agar titik-titik kebakaran tidak berkembang dan meluas ke wilayah lain.

"Jadi, apa yang kita lakukan ini betul-betul merupakan tindakan preventif. Jangan sampai kebakaran tersebut berkembang menjadi lebih jauh," kata dia.

Danis juga menjelaskan mengenai luasan area terdampak karhutla yang mencapai 458 hektar. Menurut dia, angka tersebut tidak berarti seluruh area seluas 458 hektar terbakar.

"458 hektar itu adalah area yang terdampak. Di area tersebut ada titik-titik yang terbakar, jadi tidak seluruhnya terbakar. Yang terbakar sebenarnya kurang dari itu karena merupakan titik-titik api," jelasnya.

Tol Balsam sempat terbakar

Danis mengatakan, berdasarkan hasil penanganan selama beberapa hari terakhir, titik-titik api di sejumlah lokasi telah jauh berkurang.

Saat ini, dua lokasi yang menjadi perhatian utama berada di Bukit Tengkorak dan wilayah Wonotirto.

Pada Selasa pagi, tim juga kembali menemukan titik api di Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) KM 31. Titik tersebut langsung ditangani tim gabungan yang terdiri dari Otorita IKN, TNI, Polri, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Penanganan dari udara juga dilakukan melalui water bombing oleh TNI AU.

Upaya penanganan karhutla dilakukan secara terpadu melalui pemadaman dari darat dan udara. Dari sisi darat, Otorita IKN bekerja sama dengan TNI, Polri, Babinsa, masyarakat, serta sejumlah pihak lainnya untuk menangani titik-titik yang dapat dijangkau melalui jalur darat.

Sementara itu, water bombing digunakan untuk menjangkau area yang sulit diakses tim darat.

Upaya tersebut dilakukan dengan dukungan BNPB, TNI, dan BMKG, antara lain di kawasan Bukit Tengkorak dan sejumlah titik di Bukit Merdeka.

"Terutama di area-area yang tidak bisa dicapai melalui jalur darat. Misalnya di daerah Bukit Tengkorak, ada beberapa area yang hanya bisa dicapai dengan water bombing. Kemudian di beberapa titik di Bukit Merdeka juga kita lakukan water bombing," ujar Danis.

Patroli dan pemantauan dilakukan

Meskipun titik api telah jauh berkurang, Otorita IKN tetap meningkatkan kewaspadaan dengan melanjutkan patroli dan pemantauan di lapangan.

Tim darat bersama TNI dan Polri akan memastikan tidak muncul titik api baru serta segera melakukan penanganan apabila kembali ditemukan.

"Kalaupun timbul, dapat segera ditangani secepatnya sebelum meluas," kata Danis.

Pemantauan dari udara juga tetap disiagakan untuk melihat perkembangan kondisi lapangan dan memastikan kebakaran tidak meluas.

Selain penanganan di lapangan, Otorita IKN terus memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat mengenai pembukaan lahan tanpa membakar.

Upaya tersebut juga telah dituangkan dalam Peraturan Kepala Otorita IKN mengenai pembukaan lahan tanpa membakar.

Danis mengatakan, edukasi perlu terus diperkuat agar praktik pembukaan lahan dengan cara membakar dapat dihindari karena berpotensi memicu kebakaran.

"Jangan sampai proses pembukaan lahan dilakukan dengan cara membakar. Ini yang harus kita hindari," tegasnya.

https://ikn.kompas.com/read/2026/09/09/234100087/otorita-klaim-karhutla-berjarak-30-kilometer-dari-kawasan-inti-ikn

Terkini Lainnya

Hampir Rampung, Proyek Rusun ASN dan MBR di IKN Tembus 97,57 Persen
Hampir Rampung, Proyek Rusun ASN dan MBR di IKN Tembus 97,57 Persen
News
Diduga Sengaja Dibakar Demi Sawit, 1.600 Hektar Hutan dan Lahan IKN Hangus
Diduga Sengaja Dibakar Demi Sawit, 1.600 Hektar Hutan dan Lahan IKN Hangus
News
SMA Taruna Nusantara Kian Ekspansif, Kampus Anyar Sudah Berdiri di IKN
SMA Taruna Nusantara Kian Ekspansif, Kampus Anyar Sudah Berdiri di IKN
News
Kemenhut Guyur Ratusan Juta Rupiah Modal Usaha untuk Warga Pesisir IKN
Kemenhut Guyur Ratusan Juta Rupiah Modal Usaha untuk Warga Pesisir IKN
News
Usai Jual Mal di Medan, Agung Podomoro Alihkan Radar Ekspansi Dekat IKN
Usai Jual Mal di Medan, Agung Podomoro Alihkan Radar Ekspansi Dekat IKN
News
Investasi Swasta di IKN Tembus Rp 75,77 Triliun, Ini Dampaknya buat Ekonomi
Investasi Swasta di IKN Tembus Rp 75,77 Triliun, Ini Dampaknya buat Ekonomi
News
Proyek IKN Kian Masif, Setoran Pajak Kaltim Tembus Rp 12,69 Triliun
Proyek IKN Kian Masif, Setoran Pajak Kaltim Tembus Rp 12,69 Triliun
News
Mahakam Investment Forum 2026 Jaring Komitmen Investasi Rp 54,6 Triliun di Kaltim dan IKN
Mahakam Investment Forum 2026 Jaring Komitmen Investasi Rp 54,6 Triliun di Kaltim dan IKN
News
Kardinal Suharyo Cek Langsung Bakal Basilika Pertama Indonesia di IKN
Kardinal Suharyo Cek Langsung Bakal Basilika Pertama Indonesia di IKN
News
Delineasi IKN Dihantam 309 Karhutla, Satu Perusahaan Disanksi dan Satu Orang Tersangka
Delineasi IKN Dihantam 309 Karhutla, Satu Perusahaan Disanksi dan Satu Orang Tersangka
News
Tembus Rp 75,77 Triliun! Ini Daftar Investor Swasta yang Resmi Masuk IKN
Tembus Rp 75,77 Triliun! Ini Daftar Investor Swasta yang Resmi Masuk IKN
News
Investasi Rp 3,7 Triliun Guyur IKN, Dari Resto Arab hingga Galeri Mebel Jepara
Investasi Rp 3,7 Triliun Guyur IKN, Dari Resto Arab hingga Galeri Mebel Jepara
News
Investasi Swasta dan KPBU Mulai Deras Mengalir ke IKN, Ini Rinciannya
Investasi Swasta dan KPBU Mulai Deras Mengalir ke IKN, Ini Rinciannya
News
Percepat Akses Menuju IKN, Tol Sepinggan Paket 1B Tembus 34,5 Persen
Percepat Akses Menuju IKN, Tol Sepinggan Paket 1B Tembus 34,5 Persen
News
Lima Desa Penyangga IKN Masuk Rencana Penataan Ruang, Ini Arah Pengembangannya
Lima Desa Penyangga IKN Masuk Rencana Penataan Ruang, Ini Arah Pengembangannya
News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar