JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan bahwa suplai material bangunan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sudah terkontrak aman.
Hal ini menyusul adanya konflik negara timur tengah, Iran-Israel yang tengah berlangsung belakangan ini.
"Kalau sampai saat ini, Insya Allah kontrak kita aman. Kontrak kita kan memang jelas, multi years contract (MYC). Kalau nanti ada kebijakan eskalasi ya kita ikuti kalau memang terjadi ya," ucap Ketua Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H Sumadilaga saat ditemui di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (19/4/2024).
Namun demikian, Danis tidak menampik kemungkinan harga material bangunan akan meroket akibat konflik tersebut.
"Pasti berdampak lah ke semua sektor bukan hanya ini (harga material bangunan untuk proyek IKN), tapi dampaknya sejauh mana kita belum tahu," lanjut Danis.
Oleh karena itu, pemerintah masih melakukan pengamatan untuk selanjutnya mengidentifikasi guna mengantisipasi kemungkinan yang tidak diharapkan.
Baca juga: Pembangunan 12 Tower Apartemen ASN di IKN Rampung Juli Ini
Saat ini, Satgas IKN tengah melaksanakan 94 paket pekerjaan tahun anggaran 2020-2024 dengan nilai total sekitar Rp 74 triliun.
Per April 2024, progres pembangunan infrastruktur IKN yang terbagi menjadi batch 1 dan batch 2 sudah menyentuh angka 42,8 persen.
"Batch 1 sudah hampir 80 nih, sudah 79,8 persen. Yang batch 2 sekitar 24 persen," jelas Danis.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.