Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Didukung Pusat Data, IKN Dikelola dengan "High Performing Computer"

Kompas.com, 30 April 2024, 07:03 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) disiapkan sebagai kota cerdas yang dikembangkan dengan melibatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional kota, layanan publik, dan kualitas hidup penduduk.            

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi mengatakan, ke depan IKN akan memiliki pusat data dan high performing computer (HPC).

Baca juga: Investor Asing di IKN Masuk Klaster Kedua

Keduanya akan digunakan sebagai infrastruktur bagi pengelolaan kota serta kegiatan riset dan teknologi untuk pengembangan sumber daya hutan tropis berkelanjutan, biodiversitas hingga ke biomedis dan manufaktur modern.

"Pusat data dan HPC merupakan komponen penting dalam infrastruktur teknologi informatika untuk mendukung implementasi kota cerdas," ujar Ali dalam keterangannya kepada Kompas.com, Selasa (30/4/2024).

Ali beserta perwakilan dari Kemenkeu, Bappenas, Kominfo dan PT Bina Karya, berdiskusi dengan Texas Advanced Computing Center (TACC) dan Kota Austin dalam rangkaian kegiatan misi perdagangan yang disponsori United States Trade and Development Agency (USTDA).

Baca juga: Bocoran Info dari Bahlil: Djarum dan Wings Masuk IKN Tahun Ini

TACC merupakan Pusat Penelitian Universitas Texas di Austin. Sejak didirikan pada tahun 2001, TACC memfasilitasi penelitian sains secara terbuka yang dengan menciptakan ekosistem sumber daya komputasi berperforma tinggi.

Direktur Program Industri TACC Melyssa Fratkin mengungkapkan, center ini dikembangkan melalui superkomputer Frontera dan Lonestar6 yang merupakan pusat unggulan pengembangan penelitian dan pendidikan untuk kecerdasan buatan di Amerika.

Sementara Direktur Departemen Pengembangan Ekonomi kota Austin Sylnovia Holt-Rabb mengungkapkan, berbagai inisiasi yang dilakukan oleh pemerintah kota dilakukan dengan mengedepankan prinsip kolaboratif dan inovatif antar departemen dan layanan, serta institusi pendidikan dan industri.

 Baca juga: Bahlil Siapkan Lahan untuk Konglomerat Sukanto Tanoto di IKN

"Peran universitas dan industri dalam menciptakan emerging technology melalui ekosistem kolaboratif dan inovatif bersama pemerintah sangat penting dalam mewujudkan komunitas kota yang berkelanjutan dan berketahanan," kata Sylnovia.

Evidence based policy atau kebijakan berbasis data dan fakta ini juga yang menjadi salah satu peran utama Nusantara K-Hub untuk akselerasi pembangunan IKN ke depan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau