Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Digunakan Jokowi Juli Ini, Kantor Presiden di IKN Terus Dikejar Penyelesaiannya

Kompas.com, 27 Juni 2024, 19:55 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Dalam berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan akan berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Juli 2024.

Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan terbaru oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti.

Diana mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan kantor presiden agar bisa ditempati oleh Presiden Jokowi pada Juli ini.

Baca juga: Raja Juli Promosikan Jalan Pintas dari Bandara Sepinggan Menuju IKN

"Juli ditempati Presiden untuk kantor ya sudah kita siapkan ya, sudah kita siapkan," ujar Diana saat mendampingi Presiden Jokowi dalam peresmian rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan di Kalimantan Tengah, Kamis (27/6/2024).

Selain Presiden, Menteri Basuki juga memastikan akan berkantor di IKN, dan tinggal di Rumah Jabatan Menteri mulai Juli ini.

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) Danis Hidayat SumadilagaDokumen Pribadi Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) Danis Hidayat Sumadilaga
Adapun pekerjaan fisik Kawasan Istana Kepresiden di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang mencakup Kantor Presiden, Istana Negara, dan Lapangan Upacara terus dikejar demi memenuhi target fungsional.

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat Sumadilaga kepada Kompas.com, Kamis (27/6/2024) meyakinkan bahwa perkembangan konstruksi Kantor Presiden cukup baik, kendati terkendala cuaca hujan.

Baca juga: Per 31 Mei 2024, Pembangunan IKN Habiskan Rp 5,5 Triliun

Danis juga membantah banjir yang terjadi pada Selasa (24/6/2024) merendam KIPP IKN. Menurutnya, banjir tersebut terjadi di Sepaku, dan jauh dari area pembangunan KIPP IKN.

"Sore serta esok harinya, Rabu (26/6/2024) sudah surut," imbuh Danis.

Oleh karena itu, pihaknya terus bekerja keras sampai dengan Juli ini agar semua dapat berfungsi, termasuk pekerjaan interior, arsitektural, mekanikal-elektrikal-plumbing (MEP), utilitas air bersih, listrik, aksesibilitas dan lain sebagainya.

Baca juga: Indeks Bela Negara di Atas 3, Sosialisasi Pemahaman soal IKN Makin Intensif

Bahkan, Danis mengupayakan semaksimal mungkin dikejar penyelesaian seluruh gedung untuk Kantor Presiden dan Istana Negara.

"Semaksimal mungkin, kami upayakan, kalau bisa whole building, baik Kantor Presiden maupun Istana Negara berfungsi nanti," tutur Danis.

Saat ini kemajuan pembangunan fisik Kantor Presiden telah mencapai 90 persen, dan Istana Negara sekitar 80 persen.

Sementara untuk gedung yang mendukung ekosistem perkantoran seperti Kantor Kementerian Koordinator 1-4, akan fungsional untuk Lantai 1 sampai dengan Lantai 3.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau