Penulis
Alimuddin menambahkan, kebijakan di sektor pendidikan yang berlaku di IKN ini harus berasal dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, tidak bisa lagi dirumuskan secara top down.
Menurutnya, kebijakan negara memang harus dilaksanakan, namun kebijakan negara juga harus disusun dari bawah, masyarakat tahu dan mampu mengimplementasikan.
Dalam peta jalan ini juga OIKN akan memasukkan kurikulum Cambridge untuk meningkatkan kemampuan para siswa berkomunikasi dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.
"Pembelajaran bahasa asing ini akan dimulai sejak Sekolah Dasar (SD). Kami dibantu para diaspora untuk memberikan pembelajaran bahasa asing, termasuk bahasa Inggris," imbuh Alimuddian.
Pembelajaran bahasa asing ini penting, karena IKN dirancang sebagai kota dunia. Oleh karena itu, para peserta didik harus mampu beradaptasi hidup di kota dunia.
"Salah satunya kemampuan berbahas Inggris. Ini sejak dini kami bina, dalam rangka mewujudukan kota dunia untuk semua. Adalah mustahil menjadi kota dunia kalau pendidikan tidak maju," tuntas Alimuddin.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.