Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Ada Satu Pun Influencer Lokal Dampingi Jokowi Kunjungan IKN

Kompas.com, 29 Juli 2024, 08:01 WIB
Add on Google
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama sejumlah menterinya kembali mengunjungi proyek ibu kota negara baru Indonesia, Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Minggu (28/7/2024).

Jokowi mengajak para influencer atau persona tanah air untuk menengok progres pembangunan IKN.

Sejumlah influencer yang hadir yakni Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Atta Halilintar, Aurel Hermansyah, Gading Martin, Vilmei, Willie Salim, Irwansyah, Zaskia Sungkar, Dian Ayu Lestari, dan masih banyak lagi.

Nampak hadir pula Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Tinjauan dilakukan oleh Jokowi beserta tamunya menggunakan sepeda motor, begitu pula dengan Basuki.

Rombongan melewati Jalan Tol IKN, masuk ke Jembatan Pulau Balang yang juga diresmikan oleh Jokowi pada kesempatan yang sama, dan menuju ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Kemudian, mereka menghabiskan malam di KIPP. Nampak tempat yang dijadikan sebagai area barbeque adalah kawasan glamping bobocabin tempat Jokowi biasa menginap ketika berkunjung ke IKN.

Baca juga: UPDATE Terkini Sumbu Kebangsaan IKN, Progres Fisik 85 Persen

"Benar-benar experience, walaupun padat ya satu hari ini tapi kita semua aku rasa sepakat happy banget dan terutama begitu sampai di IKN kayak masuk dunia lain, keren banget, aku enggak nyangka progresnya sudah sampai tahap ini, benar-benar sudah kelihatan kemegahannya, arsitekturnya keren, alamnya juga cantik, danaunya juga itu bagus banget, dan Istananya juga megah banget, futuristik tapi tetapi culture dan heritage Indonesia itu tetap dipertahankan," ujar Zaskia Sungkar.

Istana megah berbentuk burung garuda yang dimaksud sejatinya adalah Kantor Presiden. Sementara Istana Negara merupakan bangunan yang berada di depan Kantor Presiden IKN tersebut.

Kenapa tidak ada influencer asal Kalimantan Timur?

Kunjungan IKN diramaikan oleh persona dan selebriti papan atas Kota Jakarta. Sayangnya, tidak nampak hadir warga lokal yang sejatinya lebih paham mengenai IKN dalam kunjungan tersebut.

Hal ini juga menimbulkan sejumlah komentar dan pertanyaan dari Komunitas Infrastruktur Kalimantan.

Salah seorang anggota mengaku heran mengapa Presiden tidak mengundang influencer yang dianggap berprestasi di Indonesia, seperti Maudy Ayunda atau Jerome Polin.

"Tapi asli sih aku terheran-heran, what's the point ngajak Atta, isterinya, termasuk juga Willie Salim sama pacarnya. Ajak yang agak pinteran dikit kayak Cinta Laura, Maudy Ayunda, Jerome Polin. Tapi oke lah ajak Raffi," ujarnya.

Anggota Komunitas Infrastruktur Kalimantan yang lain juga membagikan pendapatnya bahwa seharusnya tokoh masyarakat yang harus lebih banyak dihadirkan.

"Ngajak artis-artis itu silakan. Tapi porsi artis lokal sama tokoh masyarakat harus lebih banyak," cetusnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau