Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Uji Terbang Sky Taxi IKN Buatan Hyundai Sukses, Take Off dan Landing Mulus

Kompas.com, 29 Juli 2024, 12:45 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Uji terbang sky taxi atau taksi terbang buatan Hyundai Motors Company dan Korea Aerospace Research Institute (KARI) untuk mobilitas cerdas Ibu Kota Nusantara (IKN), di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Senin (29/7/2024), berjalan mulus dan lancar.

Taksi terbang dengan nomor lambung HL016X mulai lepas landas pukul 11.33 WITA dan menjelajah wilayah Bandara APT Pranoto membentuk path angka 8. 

Baca juga: Influencer yang Diajak Jokowi Tinjau IKN Tak Bisa Membedakan Kantor Presiden dan Istana Negara

Uji coba berlangsung selama empat menit, di ketinggian 50-80 meter dengan kecepatan 50 kilometer per jam. 

Dalam pengamatan Kompas.com, taksi terbang ini menjelajah udara dengan tingkat stabilitas tinggi dalam koridor 8 path tanpa disrupsi hingga sukses mendarat dengan mulus atau safely soft landing. 

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Mohammed Ali BerawiKOMPAS.com/Hilda B Alexander Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Mohammed Ali Berawi
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Mohammed Ali Berawi mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak yang membantu terlaksananya uji terbang taksi terbang ini.

Termasuk Kementerian Perhubungan, Otorita Bandara APT Pranoto, Kepala Bandara APT Pranoto, TNI AU, AirNaV, dan Pemerintah Daerah Kalimantan Timur.

"Alhamdulillah setelah dua tahun berproses, pembuktian konsep atau Proof of Concept (PoC) taksi terbang ini dapat dijalankan dengan lancar, mulus, dan tanpa gangguan," tegas Ale, sapaan akrabnya, khusus kepada Kompaa.com.

Baca juga: Satu Per Satu Proyek IKN Diresmikan, Hari Ini Jembatan Pulau Balang

Ale melanjutkan, kegiatan ini juga sekaligus sebagai upaya OIKN untuk mengimplementasikan pengembangan dan pemanfaatan transportasi udara termutakhir. 

"Ini implementasi cutting edge technology yang memerlukan mekanisme khusus untuk memfasilitasi uji coba, pengembangan teknologi, penilaian komprehensif, serta kecocokan dalam pembangunan IKN," terang Ale. 

Purwarupa Hyundai Sky Taxi. Sky taxi atau taksi terbang merupakan Urban Air Mobility-Advances Air Mobility (UAM-AAM) sebagai bagian Dari mobilitas cerdasKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Purwarupa Hyundai Sky Taxi. Sky taxi atau taksi terbang merupakan Urban Air Mobility-Advances Air Mobility (UAM-AAM) sebagai bagian Dari mobilitas cerdas
Teknologi moda transportasi udara atau Urban Air Mobility-Advanced Air Mobility (UAM-AAM) terbaru ini merupakan bagian dari pengembangan sistem transportasi cerdas di IKN.

Taksi terbang pabrikan Hyundai Motors Company dan KARI ini tiba di Bandara APT Pranoto Samarinda pada Kamis (9/5/2024).

Taksi terbang ini sejatinya dapat mengudara dengan kecepatan 200 kilometer per jam, daya angkut muat 100 kilogram dan terbang pada ketinggian 50-80 meter.

Tanpa Duit Negara

Moda UAM-AAM ini dirancang untuk meningkatkan mobilitas perkotaan melalui solusi transportasi udara yang inovatif.

Ale juga menegaskan, uji coba ini hanya bersifat PoC tanpa awak dan barang, serta bukan merupakan kegiatan operasional komersial.

Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi persyaratan penting dan kecocokan ekosistem dalam realisasi mobilitas udara sebagai jalur middle-mile yang terintegrasi dengan mobilitas darat first/last-mile.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau