Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Istana Garuda Siap Helat Sidang Kabinet Perdana di IKN

Kompas.com, 11 Agustus 2024, 21:41 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Istana Garuda siap menghelat sidang kabinet paripurna perdana di Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (12/8/2024).

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat Sumadilaga memastikan hal itu kepada Kompas.com, Minggu (11/8/2024).

"Insyaallah semua dukungan sarana dan prasarana seperti istana khususnya ruang sidang kabinet di Istana Garuda sudah siap untuk tempat sidang," ujar Danis.

Baca juga: Jokowi Tiba di IKN, Akan Menetap hingga Beberapa Hari ke Depan

Secara keseluruhan, saat ini progres proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) Batch 1 sudah mencapai 95 persen.

Proyek IKN Batch 1 yang dimaksud seperti Istana Garuda, Istana Negara, Lapangan Upacara, Plaza Seremoni, 4 Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko), 12 tower Hunian ASN, Memorial Park atau Taman Kusuma Bangsa, Visitor Center, hingga Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Timur.

Sebelumnya, Menteri PUPR sekaligus Plt. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan perkembangan proyek IKN dan kesiapan infrastrukturnya jelang upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di IKN.

Baca juga: Bakal Ikut Sidang Kabinet Perdana di IKN, AHY: Momen Bersejarah

Dia menjelaskan, Istana Garuda, Istana Negara, Lapangan Upacara, serta Podium siap digunakan untuk kegiatan upacara 17 Agustus.

"Prasarana Istana Negara sudah dipersiapkan dan Istana Garuda progresnya juga sudah 95 persen, saat ini keduanya dalam tahap pemasangan furnitur dan ditargetkan semua bersih rapi pada 10 Agustus," ujar Basuki.

Kemudian, Plaza Seremoni akan difungsikan pada area Ceremonial Lawn (Visitor Center, Amphitheater, Forest Trail, toilet umum, dan Retail/Galeri untuk UMKM) yang dapat menampung tamu undangan dan panitia pendukung.

Selanjutnya untuk Kantor Kemenko, dari total empat kantor yang masing-masing memiliki 4 tower (total 16 tower), yang akan difungsikan untuk 17 Agustus nanti sebanyak 7 tower.

Baca juga: Eksklusif, Room Tour Rusun ASN IKN

Rinciannya Kantor Kemenko 1 (1 tower), Kemenko 2 (1 tower), Kemenko 3 (2 tower), dan Kemenko 4 (3 tower).

Masing-masing akan berfungsi 2-3 lantai untuk holding ASN dan petugas upacara.

Lalu untuk hunian ASN, akan fungsional minimal 8 tower lengkap dengan furnitur, air dan listrik.

Masing-masing tower terdiri dari 60 unit hunian seluas 98 meter persegi, dan setiap hunian ada 3 kamar.

Beralih ke Jalan Sumbu Kebangsaan Barat dan Timur, progresnya sudah melebihi 85 persen dan dinyatakan siap dilintasi para peserta dan tamu undangan Upacara 17 Agustus di IKN.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau