NUSANTARA, KOMPAS.com - Interior ruangan Istana Kepresidenan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dirancang dengan sangat apik.
Perancang Desain Interior Istana Kepresidenan IKN Rudy Dodo mengatakan, konsep dasar interior Istana Kepresidenan IKN meliputi Nusantara dan tropis, interior yang bercerita, megah dan berwibawa, menghargai masa lalu menyongsong masa depan, serta berkelanjutan.
Mengenai salah satu konsep dasarnya yakni interior yang bercerita, di dalam desain interior istana menyajikan cerita tentang Nusantara.
"Jadi semua ruangan harus punya cerita masing-masing, ceritanya tidak hanya global sebagai konsep interior secara keseluruhan, tapi setiap ruangan memiliki cerita," ujar Dodo dalam webinar yang berlangsung pada Kamis (29/8/2024).
Menurut dia, cerita itu tentang berbagai hal di Nusantara yang dimaksud mulai dari kepribadian, kesenian, arsitektur, kerajinan, hingga budaya dari berbagai wilayah di Indoensia.
Contohnya, interior yang bercerita tentang tari-tarian, wayang, makanan khas Indonesia, tanaman-tanaman, wayang, hingga kebiasaan seperti gotong-royong dan persatuan.
"Ada misalnya ruang perpustakaan itu bercerita tentang lontar, warisan-warisan lontar di Indonesia," imbuhnya.
Baca juga: Mengintip Interior Kantor Presiden di IKN, Ada Bung Karno Berkostum Putih
Interior Istana Kepresidenan di IKN."Misalnya ada yang ketinggalan pun dapat ditambahkan di kemudian hari, karena interior itu gampang untuk ditambahkurangkan," pungkasnya.
1. Nusantara dan tropis
Dodo menjelaskan, alasan memasukkan konsep Nusantara dan tropis di dalam desain interiornya karena letak dari Istana Kepresidenan.
Pertama, tentu Istana Kepresidenan berada di Nusantara. Kemudian, wilayah Kalimantan yang memiliki banyak hutan tropis.
"Tapi jangan salah paham bahwa istana ini dibangun di area hutan produktif, bukan hutan asli yang jungle, tapi hutan produktif yang isinya pohon-pohon eukaliptus saja yang setiap berapa bulan ditebang," katanya.
Interior Istana Kepresidenan di IKN.2. Megah dan berwibawa
Kemegahan dinilai menjadi sebuah keharusan di Istana Kepresidenan. Ukuran atau skala ruangnya itu harus cukup untuk mencapai suatu bentuk kemegahan.
"Jadi ketika itu saya harus push semua ketinggian dan lain-lain itu harus diperjuangkan semaksimal mungkin, misalnya satu meter pun sangat berarti untuk diperjuangkan," tambahnya.
Selanjutnya untuk berwibawa, interior istana tidak idak boleh kekinian atau kaku, harus memiliki kewibawaan.
"Kalau istilah Pak Jokowi harus ada angkernya sedikit," ujarnya.
3. Menghargai masa lalu, menyongsong masa depan
IKN memang dirancang sebagai kota masa depan alias futuristik. Namun, dia merasa perlu memberi sentuhan masa lalu di dalam desain interiornya.
Alasannya, desain-desain masa lalu bisa lebih bertahan pada masa mendatang. Contohnya motif kawung yang dari masa lalu sampai dengan saat ini masih indah dipandang.
"Jadi akhirnya didesain kami banyak motif-motif yang klasik Indonesia, bukan motif baru dan motif kekinian," katanya.
Interior Istana Kepresidenan di IKN.4. Berkelanjutan
Interior Istana Kepresidenan IKN didesain agar bisa menyesuaikan dengan perubahan yang memungkinkan akan terjadi pada masa mendatang.
"Saya tidak mendesain sesuatu yang seperti ini saja kemudian ketika diubah menjadi aneh. Saya merasa di masa yang pendek, dua tahun lagi, tiga tahun lagi, 10 tahun lagi, saya berharap ada desainer interior yang lain yang akan mengisi ruangan yang saya sudah desain atau menambahkan sesuatu," pungkas Dodo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang