Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nusantara Jadi Ibu Kota Negara Tunggu Keputusan Presiden

Kompas.com, 1 September 2024, 11:47 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono memastikan, penetapan Nusantara sebagai ibu kota negara Republik Indonesia tinggal menanti keputusan presiden.

Dia mengatakan hal ini usai prosesi kirab pengembangan duplikat bendera Merah Putih dan Naskah Teks Proklamasi, di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Sabtu (31/8/2024).

"Undang-undang (UU) khusus IKN sudah ada, tinggal nanti keputusan presiden (kepres) untuk penetapannya, (status) ibu kotanya," ujar Heru.

Baca juga: Warga Sekitar IKN Sulit Akses Air Bersih, Terkendala Jaringan Perpipaan

Adapun prosesi kirab pengembalian duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan Naskah Teks Proklamasi, dimulai dengan upacara pelepasan yang diserahkan Heru di Istana Negara IKN.

Selanjutnya, dua benda milik negara itu dikirab melalui Jalan Negara Sepaku dengan menggunakan kendaraan taktis TNI produksi PT Pindad, Maung, melewati rute Simpang 4 Samboja, masuk Pintu Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), keluar pintu Tol Manggar.

Selanjutnya, konvoi kirab melintasi Batakan hingga Bandara SAMS dan terbang kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat udara milik TNI AU.

Di sepanjang jalan yang dilewati kirab, ribuan masyarakat dan pelajar menonton sambil melambaikan tangan dan mengibarkan bendera merah putih, memberi salam perpisahan pada Duplikat Bendera Pusaka yang untuk pertama kalinya berkibar pada Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI di halaman Istana Negara IKN.

Baca juga: Kirab Duplikat Bendera Pusaka Merah Putih Dilaksanakan Lagi Tahun 2025

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengucapkan rasa syukurnya, kirab Duplikat Bendera Merah Putih dan Naskah Teks Proklamasi berjalan dengan aman dan lancar.

"Alhamdulillah, hari ini kirab berjalan dengan lancar dari Istana Garuda IKN hingga tiba di Bandara Balikpapan," tuntas Sri Wahyuni.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau