Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Destinasi yang Wajib Anda Kunjungi di IKN, Seperti Ini Pesonanya

Kompas.com, 19 September 2024, 07:06 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi dibuka untuk masyarakat umum pada Senin (16/9/2024) hingga akhir September 2024.

Masyarakat wajib melakukan registrasi akun dan reservasi tiket terlebih dahulu dengan mengunduh aplikasi iKnow melalui PlayStore maupun AppStore pada gawai masing-masing.

Ada dua destinasi yang wajib dikunjungi dengan kekhasan pada pesona arsitektural, lanskap, dan sentuhan seni.

Baca juga: Kuota Kunjungan ke IKN Dibatasi 300 Orang, Begini Cara Daftarnya

Dua destinasi tersebut adalah Plaza Seremoni dan Taman Kusuma Bangsa. Seperti apa rupa dan ciri khas yang menonjol yang ditawarkan?

Berikut keterangan lengkapnya.

Penampakan terkini Plaza Seremoni di IKN.Dok. Humas Otorita IKN Penampakan terkini Plaza Seremoni di IKN.
Plaza Seremoni

Selain bangunan-bangunan dengan desain ikonik, IKN juga memiliki sudut yang menjadi daya tarik, salah satunya adalah Plaza Seremoni.

Terletak tepat di depan Istana Garuda dan Istana Negara. Lapangan yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 15 Agustus 2024 ini dirancang dengan kapasitas tampung sekitar 8.000 orang.

Plaza Seremoni menyimpan makna yang mendalam, yaitu menggambarkan semangat juang masyarakat Indonesia yang tidak pernah padam untuk terus mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik.

Baca juga: Ingin ke IKN tapi Dana Cekak? Pilih Cara Super Hemat Ini Saja

Di Plaza Seremoni terdapat sebuah bangunan yang difungsikan sebagai Visitor Center. Para pengunjung bisa mendapatkan informasi yang diperlukan ketika berkunjung ke IKN.

Selain sebagai Visitor Center, bangunan tersebut juga akan berfungsi sebagai Sentra UMKM, yang akan memfasilitasi para pelaku UMKM lokal yang berada di sekitar kawasan IKN.

Ada banyak informasi dan hal menarik yang dapat ditemui di Plaza Seremoni, sehingga sangat sayang untuk tidak dikunjungi ketika berada di IKN.

Tak hanya Visitor Center, dari Plaza Seremoni pengunjung juga dapat menikmati berbagai fasilitas seperti Mini Amphiteater, Forest Trail, dan Retail Galery.

Taman Kusuma Bangsa Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Taman Kusuma Bangsa Ibu Kota Nusantara (IKN)
Taman Kusuma Bangsa

Taman Kusuma Bangsa menjadi salah satu tempat ikonik, bahkan sebagai salah satu tengara penting di IKN.

Tempat ini telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (12/8/2024).

Taman Kusuma Bangsa merupakan bentuk penghormatan kepada pahlawan Indonesia, utamanya pendiri bangsa, Soekarno dan Mohammad Hatta.

Baca juga: Rekomendasi Penginapan Murah bagi Anda yang Ingin Berkunjung ke IKN

Dibangun dengan konsep monumental, Taman Kusuma Bangsa menggambarkan perjuangan panjang kemerdekaan bangsa Indonesia yang diwujudkan dalam patung Soekarno dan Mohammad Hatta dengan sayap burung garuda sebagai pelindung setinggi 17 meter.

Pembangunannya dilakukan sejak Januari 2024 dan rampung pada Agustus 2024 dengan biaya Rp 335,2 miliar.

Kawasan Taman Kusuma Bangsa dirancang seluas 1.915 meter persegi yang terdiri dari area plaza, Sayap Pelindung Nusantara, patung Soekarno-Hatta, Api Abadi, dan lanskap.

Warga bercengkrama latar belakang Istana Negara IKN di Taman Kusuma Bangsa, Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (18/8/2024). Taman Kusuma Bangsa menjadi lokasi wisata bagi masyarakat sekitar setelah diresmikan pada Senin (12/8/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja Warga bercengkrama latar belakang Istana Negara IKN di Taman Kusuma Bangsa, Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (18/8/2024). Taman Kusuma Bangsa menjadi lokasi wisata bagi masyarakat sekitar setelah diresmikan pada Senin (12/8/2024).
Taman Kusuma Bangsa terintegrasi dengan kawasan Beranda Nusantara yang akan menjadi point of view di IKN dan mampu menarik perhatian masyarakat serta para tamu negara yang berkunjung ke IKN.

Taman ini juga telah dimanfaatkan untuk pelaksanaan renungan suci dalam rangka peringatan HUT ke-79 RI pada 17 Agustus 2024 lalu.

Baca juga: IKN di Mata Turis Jerman, The Presidential Palace is Huge, Amazing

Di sini ada juga tiang bendera setinggi 79 meter yang menyabet rekor MURI sebagai tiang bendera tertinggi di Indonesia bahkan mungkin di dunia.

Di Taman Kusuma Bangsa, pengunjung dapat melihat sejumlah tengara penting dari kejauhan seperti Kantor Kemenko, Istana Garuda, Istana Negara, dan Plaza Seremoni;

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau