Penulis
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rachman Arief Dienaputra mengungkapkan, secara konstruksi, sisi udara Bandara Nusantara tidak ada masalah.
Pada saat dua pesawat mendarat, berputar, dan taxiing, landasan pacu sudah diperiksa dan tidak ada masalah.
"Tadi hasil kunjungan lapangan, hasil pengecekan di lapangan tidak ada masalah secara struktur. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Nanti akan diujicoba lagi dengan pesawat kepresidenan mudah-mudahan hasilnya sama dengan pengujian pada saat sekarang ini," tutur Rachman Arief.
Dengan demikian, lanjut Rachman Arief, pembangunan infrastruktur Bandara Nusantara yang menjadi bagian pekerjaan Kementerian PUPR sudah tuntas dengan panjang 2.200 meter dan lebar 45 meter.
"Hasilnya seperti yang kita lihat bersama alhamdulillah baik," kata Rachman Arief.
Kendati demikian, jika mengacu pada ultimate design Bandara Nusantara, secara keseluruhan memang belum final.
Menurut Rachman Arief masih ada dua lapis lagi diimplementasikan pada landasan untuk bisa sempurna dapat didarati oleh pesawat dengan bobot terberat.
Saat ini, ketebalan landasan baru mencapai 22 cm, akan ditambah 11 cm lagi. Desember targetnya tuntas.
"Kami akan coba mempercepat pekerjaan, dan terus kunjungan ke lapangan. Jika memungkinkan dan kondisi cuaca mendukung, akan kami tambah jumlah pekerja dan kami percepat," imbuh Rachman Arief.
Dia menegaskan, Kementerian PUPR tidak akan memaksakan pekerjaan karena harus mengikuti standar desain yang sudah ada dalam kontrak.
"Kami akan melakukan percepatan namun bukan mengabaikan. Kami tetap menjaga kualitas sesuai yang ada di kontrak," cetus Rachman Arief.
Ditambahkan Plh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa, akhir dari pembangunan Bandara Nusantara ini adalah bisa didarati pesawat terbesar dan terberat.
"Pesawat terbesar itu Airbus 380 dan terberat Boeing 777," ucap Lukman.
Saat ini, kata Lukman, pembangunan apron sudah selesai dan sesuai dengan ultimate design sehingga bisa melayani pesawat berbadan lebar (wide body).
"Nah, landasan pacu berproses sehingga bisa didarati full capacity pesawat presiden," tuntas Lukman.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.