Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Cabai Rawit Meroket, Pemkot Balikpapan Operasi Pasar Setiap Hari

Kompas.com, 31 Januari 2025, 15:55 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ramadan sebulan menjelang, harga cabai rawit di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, menembus angka Rp 80.000 per kilogram.

Sebelumnya, harga cabai rawit berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram.

Seperti yang terjadi di Pasar Klandasan, yang dikenal sebagai pasar tradisional dengan barang berkualitas pilihan, sehingga harga-harga umumnya lebih tinggi dibanding pasar lainnya di Balikpapan.

Sementara itu, di Pasar Pandansari, yang berperan sebagai pasar induk, harga cabai sudah menyentuh Rp 75.000 per kilogram.

Baca juga: Hari Pertama Ramadhan di Balikpapan, Harga Beras, Telur dan Cabai Naik

Sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Haemusri Umar bahwa berdasarkan pantauan Jumat (31/1/2025) pagi ini di Pasar Pandansari, harga cabai rawit berkisar antara Rp 50.000 sampai dengan Rp 75.000 per kilogram.

"Kami melakukan pemantauan harga pasar setiap sejak pagi antara pukul 07.00 hingga 10.00 WITA," ujar Umar kepada Kompas.com, Jumat (31/1/2025).

Kendati mengalami kenaikan, namun Umar memastikan pasokan cabai rawit aman jelang Ramadan. Selain dipasok dari petani lokal, cabai juga dipasok dari daerah lain melalui jalur laut. 

Selama ini, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur merupakan dua daerah pemasok utama cabai rawit dan pangan lainnya di Balikpapan.

Dinas Perdagangan Kota Balikpapan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan tidak ada hambatan pada jalur distribusi yang mengakibatkan keterlambatan dan kelangkaan pasokan.

Baca juga: Loka POM Balikpapan Temukan Sejumlah Pangan Kalengan di IKN Rusak

"Sejauh ini, pada jalur distribusi laut tidak ada kendala sehingga kemungkinan tidak terjadi pengurangan pasokan. Kalaupun nanti ada pengurangan pasokan, lebih disebabkan oleh berkurangnya hasil panen dari daerah pemasok," tutur Umar.

Pengiriman akan berkurang jika panen cabai rawit terhenti akibat musim kemarau, karena tanaman cabai atau capsium frutescens membutuhkan cukup air untuk dapat berbuah secara rutin.

Jika tidak disiram selama musim kemarau, tanaman cabai bisa mati atau hasil panennya berkurang drastis.

Adapun strategi yang dilakukan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan untuk mengamankan pasokan melalui pelaksanaan pasar murah menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau