Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui program quick wins Presiden Prabowo Subianto, meluncurkan program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) bagi masyarakat yang berulang tahun.
Di Provinsi Kalimantan Timur, program ini dilaksanakan serentak pada Selasa (4/5/2025) di seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau puskesmas-puskesmas.
Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Setyo Budi Basuki menuturkan, program ini merupakan upaya preventif untuk mengetahui tingkat kesehatan masing-masing individu.
"PKG akan dilakukan secara berkala. Untuk saat ini, diperuntukkan bagi orang dewasa yang berulang tahun. Ke depannya, program ini juga akan menyasar anak-anak sekolah," ujar Setyo.
Baca juga: Harga Cabai Rawit Meroket, Pemkot Balikpapan Operasi Pasar Setiap Hari
Masyarakat yang lahir pada bulan Januari dan belum mengikuti pemeriksaan, tidak perlu khawatir.
Mereka masih bisa mendapatkan kesempatan pemeriksaan pada bulan Februari, dengan pengaturan kepadatan jumlah pemeriksaan di Puskesmas masing-masing.
Seluruh kelompok usia yang berulang tahun bsia mengikuti PKG. Mulai dari bayi baru lahir (usia 2 hari), Balita dan anak prasekolah (usia 1-6 tahun), dewasa (usia 18-59 tahun), hingga lansia (mulai usia 60 tahun).
Kemudian, untuk waktu pelaksanaan PKG bagi bayi baru lahir dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan yang melayani persalinan baik FKTP maupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL).
Baca juga: Tak Punya Produk Ikon, UMKM Balikpapan Harus Belajar dari Yogyakarta
Sementara itu, untuk PKG bagi kelompok usia lainnya dilaksanakan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Puskesmas dapat mendelegasikan PKG Hari Ulang Tahun kepada Puskesmas Pembantu atau Unit Pelayanan Kesehatan di Desa/Kelurahan lainnya sesuai alur Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati menambahkan, syarat untuk mendapatkan pelayanan gratis ini adalah masyarakat harus terhubung dengan program Satu Sehat melalui aplikasi pada gawai.
Jika belum memiliki kartu identitas elektronik, masyarakat bisa melakukan verifikasi di FKTP terdekat. Kemudian, FKTP akan mengirim hasil pemeriksaan melalui Satu Sehat Mobile.
Masyarakat yang berulang tahun dapat mendaftarkan diri ke puskesmas dan diberikan jangka waktu satu bulan setelah hari ulang tahun untuk melakukan pemeriksaan.
"Mengingat jumlah SDM terbatas, pelaksanaan program ini akan dilaksanakan satu kali dalam seminggu agar tidak mengganggu pelayanan pasien umum," cetus Alwiati.
Pemeriksaan dimulai dari screening awal, dan jika ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, akan dilakukan rujukan.
"Kami mengimbau Masyarakat Balikpapan untuk memanfaatkan kesempatan ini. Dengan mengikuti program ini, kesehatan masyarakat dapat terpantau dan Balikpapan tetap menjadi kota yang nyaman dihuni dan warganya sehat selalu," kata Alwiati.
Indeks Pembangunan Manusia dan Usia Harapan Hidup di Balikpapan
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dan usia harapan hidup di Indonesia.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Balikpapan mencapai 87 persen, dengan usia harapan hidup masyarakat mencapai 74,6 persen.
"Dengan adanya pemantauan kesehatan secara rutin melalui program ini, diharapkan usia harapan hidup di Balikpapan dapat terus meningkat," imbuh Alwiati
Dia menuturkan, program pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan masyarakat Balikpapan.
"Dengan memanfaatkan program ini, masyarakat dapat memantau kesehatan mereka secara berkala dan mendapatkan penanganan yang tepat jika diperlukan," tuntas Alwiati.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang