Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital (THD) Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Mohammed Ali Berawi yang mengundurkan diri, merupakan sosok dengan rekam jejak mentereng.
Ale, sapaan akrabnya, masuk dalam daftar Top 2 persen Ilmuwan Terbaik Dunia versi Elsevier dan Stanford University (2021-2024).
Penghargaan Top 2 persen Ilmuwan Terbaik Dunia yang dianugerahkan kepada Ale pada tahun 2024, masuk dalam dua kategori yaitu Career-long impact dan Single-year impact.
Selain itu, Ale dan Kedeputian THD merupakan pihak di balik kesuksesan Proof of Concept teknologi tinggi Urban Air Mobility (UAM) berupa taksi terbang hasil produksi Hyundai Motors Company dan Korean Aerospace Research Institute (KARI).
Baca juga: Petinggi Otorita Mengundurkan Diri, Titip Pesan 5 Prinsip Utama IKN
Dia juga yang berperan besar dalam mendatangkan raksasa-raksasa teknologi dunia macam Amazon, Honeywell, Starlink, IBM, Motorolla, Esri, Cisco, dan Autodesk bergabung mendemonstrasikan teknologi canggih terbaru mereka di IKN.
Ale dilantik sebagai Deputi Bidang THD OIKN pada Kamis, 13 Oktober 2022. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Ketua Bidang Koordinasi Transformasi Teknologi dan Inovasi di Tim Transisi OIKN.
Ale juga terlibat dalam Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 sebagai Alternate Chair of Science 20.
Sejumlah posisi menentukan pernah disandang Ale yakni sebagai Direktur Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) Universitas Indonesia dan Direktur ASEAN University Network-Sustainable City and Urban Development (AUN-SCUD).
Baca juga: Tak Sepeser Pun APBN Digunakan untuk Uji Coba Trem, dan Taksi Terbang di IKN
Selain itu, Ale dipercaya sebagai Working Group Leader bidang Smart Cities pada Association of Pacific Rim Universities (APRU) Sustainable Cities and Landscapes.
Pria berkacamata ini juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada tahun 2020-2022.
Ale mengajukan surat pengunduran diri melalui permohonan pengembalian penugasan ke instansi asal yang ditujukan kepada Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono tertanggal 7 Februari 2025.
Instansi asal dimaksud adalah Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI). Oleh karenanya, surat permohonan pengembalian penugasan ke instansi asal ini diteken oleh Dekan FTUI Kemas Ridwan Kurniawan.
Di FTUI, Ale merupakan guru besar dengan pangkat pembina utama muda/IVc, dan saat ini dia juga menempati posisi sebagai Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia.
Ale mengatakan, pengunduran dirinya secara resmi menunggu Keputusan Presiden (Keppres) yang saat ini masih dalam proses.
Baca juga: Ini 7 Raksasa Teknologi AS yang Bangun Command Center Tahap II IKN
Seraya menungu keppres, Ale menegaskan, keikutsertaannya dalam merencanakan dan membangun IKN merupakan sebuah kebanggaan.