Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menakar Nasib Taksi Terbang IKN Ketika Tokoh Sentralnya Mengundurkan Diri

Kompas.com, 11 Februari 2025, 18:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Tak dapat dimungkiri, Mohammed Ali Berawi merupakan tokoh sentral di balik suksesnya Proof of Concept (PoC) taksi terbang yang akan menjadi mobilitas pintar masa depan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun, saat kabar pengunduran dirinya dari Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital (THD) Otorita IKN terungkap, publik pun dibuat penasaran sehingga sosok Ale mendominasi mesin pencarian atau trending topic.

Dengan mundurnya Ale, lantas bagaimana nasib taksi terbang dan moda transportasi lainnya pendukung mobilitas pintar IKN?

Baca juga: Mohammed Ali Berawi, Pejabat OIKN yang Masuk 2 Persen Ilmuwan Top Dunia

Dalam pertemuan secara daring melalui kanal zoom yang dihadiri Kompas.com, Selasa (11/2/2025), Kedeputian THD memastikan untuk tetap menjalankan komitmen bahwa proyek taksi terbang maupun mobilitas pintar lainnya di IKN tetap berlanjut.

"PoC taksi terbang produksi Hyundai Motors Company (HMC)-Korean Aerospace Research Institute (KARI) yang telah dilaksanakan pada tahun 2024 lalu di Samarinda, adalah bagian dari serangkaian keberhasilan yang telah ditorehkan Kedeputian THD," ujar Ale.

PoC perdana taksi terbang di wilayah udara Bandara Aji Pangeran Temenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, pada Senin (29/7/2024) lalu memang berlangsung mulus dan lancar.

Taksi terbang dengan nomor lambung HL016X mulai lepas landas pukul 11.33 WITA dan menjelajah wilayah Bandara APT Pranoto membentuk path angka 8.

Berlangsung selama empat menit, taksi terbang mengudara di ketinggian 50-80 meter dengan kecepatan 50 kilometer per jam.

Baca juga: Petinggi Otorita Mengundurkan Diri, Titip Pesan 5 Prinsip Utama IKN

Dalam pengamatan Kompas.com, taksi terbang ini menjelajah dengan tingkat stabilitas tinggi dalam koridor 8 path tanpa disrupsi hingga sukses mendarat dengan mulus atau safely soft landing.

Ale pun menekankan, pentingnya proses PoC atau Bukti Konsep yang merupakan proses pembuktian bahwa sebuah ide atau konsep dapat diimplementasikan dalam dunia nyata.

POC dilakukan untuk memvalidasi kelayakan teknis, fungsional, dan ekonomis dari sebuah ide sebelum diinvestasikan lebih lanjut.

Selain itu, POC memiliki peran penting dalam berbagai bidang, seperti pengembangan produk, teknologi, dan bisnis.

POC juga membantu mengidentifikasi potensi masalah dan tantangan sebelum proyek dimulai secara penuh. Dengan demikian, risiko kegagalan proyek dapat diminimalkan.

Kemudian, POC juga dapat mempercepat proses produk atau teknologi dengan mengidentifikasi masalah sejak dini dan menemukan solusi yang tepat.

Baca juga: Taksi Terbang Beroperasi Komersial di IKN Tahun 2029

Saat ini, taksi terbang yang merupakan bagian dari pengembangan industri Urban Air Mobility-Advanced Air Mobility (UAM-AAM), masih terus dibangun ekosistemnya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau