Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

24 Maret, Pegawai Otorita IKN Bisa Work From Anywhere Sekaligus Mudik

Kompas.com, 22 Maret 2025, 17:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025, banyak pertanyaan muncul mengenai jadwal mudik bagi pegawai Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pekerja konstruksi di IKN.

Kompas.com pun mewawancarai Deputi Bidang Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat, Otorita IKN Alimuddin, Sabtu (22/3/2025).

Menurut Alimuddin, jadwal mudik bagi pegawai Otorita IKN bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Baca juga: Gratis, Lewat Tol IKN hingga Jembatan Pulau Balang Selama Mudik Lebaran

Oleh karena itu, tidak ada fasilitas mudik gratis bagi mereka.

"Kalau pegawai Otorita IKN gak difasilitasi mudik gratis. Itu masing-masing, sesuai kebutuhan," ujar Alimuddin.

Kendati demikian, sebagian pegawai Otorita IKN dipastikan akan mengikuti sistem Work From Anywhere (WFA), sementara sebagian lainnya tetap bekerja seperti biasa.

Hal ini dikarenakan kondisi lalu lintas di IKN, tidak padat seperti di kota-kota besar.

"Di IKN kan gak macet dan padat seperti di kota-kota besar, macam Jakarta. Jadi reguler saja," tambah Alimuddin.

Pekerja Konstruksi

Sementara, untuk pekerja konstruksi di IKN, jadwal mudik tergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan tempat mereka bekerja.

"Kalau pekerja konstruksi itu tergantung dari perusahaan kontraktor tempat mereka bekerja," jelas Alimuddin.

Hingga saat ini terdapat 2.200 pekerja konstruksi yang terlibat dalam pembangunan penyelesaian Tahap I periode 2022-2024.

Baca juga: Bamboe Wanadesa, Kisah Sukses Warga di Beranda Ibu Kota Nusantara

Ada pun terkait pelaksanaan salat Idul Fitri di IKN, Alimuddin menyampaikan bahwa kemungkinan besar belum akan dilaksanakan di Masjid Negara IKN, karena belum tuntasnya pekerjaan fisik.

"Untuk ini, kami belum melaksanakan karena kemungkinan Masjid Negara belum selesai," tuntas Alimuddin.

Saat ini Masjid Negara di IKN sedang dalam tahap pekerjaan struktur atap dan minaret, rata-rata progres mencapai 53,1 persen, sehingga saat ini belum bisa digunakan untuk shalat tarawih dan shalat Id,

Sedianya, Masjid Negara ditargetkan dapat beroperasi fungsional untuk melayani jemaah ibadah shalat tarawih dan Idul Fitri 2025.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau