Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tinjau Perbatasan RI-Malaysia, Pangdam Mulawarman Cek Situasi Keamanan

Kompas.com, 10 April 2025, 21:55 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Panglima Kodam (Pangdam) VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Rudy Rachmat Nugraha melakukan kunjungan kerja ke Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Rabu (9/4/2025).

"Kunjungan ini bertujuan utama untuk melihat secara langsung kondisi pasukan yang bertugas menjaga wilayah perbatasan antara Republik Indonesia dan Malaysia," ujar Mayjen Rudy.

Selain itu juga mempererat tali silaturahmi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Baca juga: Lanud Dhomber Dukung IKN dengan Smart Defense System, 5 Tahun Tuntas

Setibanya di Bandara Yuvai Semaring, Pangdam Rudy Rachmat Nugraha beserta rombongan disambut dengan hangat melalui tarian adat setempat.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir menyambut, di antaranya Anggota DPRD Nunukan Rian Antoni, Camat Krayan Rony Firdaus, dan Kepala Adat Besar Krayan Miscanter.

Dalam kunjungan kerjanya, Pangdam didampingi oleh Komandan Korem (Danrem) 092/Maharajalila (Mrl) Brigadir Jenderal TNI Adek Chandra Kurniawan dan Komandan Kodim (Dandim) 0911/Nunukan Letnan Kolonel Infanteri Albert Frantesca Hutagalung.

Pangdam meninjau langsung Pos Komando Utama (Kout) Long Bawan dan Pos Gabungan Bersama Malaysia (Gabma) Long Midang.

Di kedua pos tersebut, Pangdam secara seksama mengecek kesiapan dan kondisi para prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) dari Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 8/Samarinda (SMG).

Selain meninjau kesiapan personel di lapangan, Pangdam juga menggelar dialog interaktif dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan para tokoh masyarakat di Markas Komando Rayon Militer (Koramil) 0911-06/Krayan.

Dalam kesempatan tersebut, berbagai aspek dibahas secara mendalam, termasuk situasi keamanan terkini di wilayah perbatasan, kondisi sosial masyarakat setempat, serta potensi pembangunan yang dapat dikembangkan di Krayan.

Sebagai bentuk perhatian terhadap potensi ekonomi lokal, Pangdam juga menyempatkan diri mengunjungi sumur air garam yang terletak di Desa Panado.

Sumur ini memiliki peran vital sebagai sumber penghidupan bagi sebagian besar warga desa, menunjukkan bahwa Pangdam tidak hanya fokus pada aspek keamanan tetapi juga memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah tugasnya.

Kunjungan kerja Pangdam VI/Mulawarman ke Krayan ini diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah perbatasan, serta mendorong potensi pembangunan di kawasan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau