Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pangkalan Udara (Lanud) Dhomber secara resmi menggelar Danlanud Cup XXVI.
Komandan Lanud (Danlanud) Kolonel Penerbang Fata Patria menuturkan, turnamen ini lebih dari sekadar kompetisi tahunan, juga memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 TNI Angkatan Udara yang jatuh pada 9 April lalu.
"Selain itu, ajang ini menjadi wadah krusial dalam menjaring dan mengembangkan bibit-bibit pesepak bola andal di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), wilayah yang memiliki peran strategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN)," tutur Fata, Sabtu (19/4/2025).
Fata menambahkan, salah satu tujuan utama penyelenggaraan Danlanud Cup adalah untuk melihat dan mengembangkan bakat-bakat olahraga khususnya sepak bola yang ada di Provinsi Kaltim.
Baca juga: Menanti Perisai Udara Ibu Kota Nusantara
Contoh kesuksesan dari pembinaan bibit unggul ini adalah lahirnya pemain nasional sekelas Bima Sakti yang berasal dari Balikpapan.
"Kami berharap nantinya dengan adanya turnamen ini akan ada muncul lagi Bima Sakti-Bima Sakti yang lain yang dapat mengarumkan nama Balikpapan, Kaltim ataupun Indonesia dalam kaca sepak bola," harapnya.
Turnamen Danlanud Cup tahun 2025 ini diikuti oleh 40 tim yang berasal dari berbagai penjuru Kaltim, meliputi 34 tim dari Balikpapan, dua tim dari Samarinda, satu tim dari Bontang, dua tim dari Penajam Paser Utara (PPU), dan satu tim dari Paser.
Ke-40 tim ini dibagi menjadi 8 grup, di mana dua tim terbaik dari setiap grup akan melaju ke babak 16 besar.
Baca juga: Pembangunan Istana Wapres di IKN Mencapai Progres 40 Persen
Pertandingan final yang akan menentukan juara 1, 2, 3, dan 4 dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni mendatang. Total hadiah sebesar Rp65 juta telah disiapkan untuk memotivasi para klub yang berprestasi.
Danlanud Cup sempat vakum pada tahun 2020-2021 akibat pandemi Covi-19 dan kembali absen pada tahun 2023-2024 karena kesibukan terkait pembangunan IKN.
"Walaupun vakum sebentar, namun semangat untuk bisa mengembangkan bakat-bakat olahraga di Balikpapan maupun Kaltim tetap berkembang. Dan kami berharap bibit-bibit atlet muda dari turnamen ini bisa menyuplai kebutuhan atlet nasional," tuntas Fata.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.