Penulis
Evaluasi ini melindungi IKN dari investasi yang tidak optimal dan memastikan hanya solusi terbaik yang diadopsi, seperti yang diungkapkan Deputi Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Mohammed Ali Berawi.
3. Fleksibilitas dalam Menyusun Strategi Mobilitas
Kegagalan ART tidak menghentikan ambisi Otorita IKN untuk membangun ekosistem smart mobility.
Saat ini, Otorita IKN bekerja sama dengan Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT) Tengah menyusun masterplan ekosistem smart mobility and transportation terpadu di IKN.
Salah satunya dengan pengembangan Mobility-as-a-Service (MaaS) untuk mengintegrasikan bus listrik, sepeda listrik, hingga urban air mobility.
Baca juga: Uji Terbang Sky Taxi IKN Buatan Hyundai Sukses, Take Off dan Landing Mulus
Kegagalan satu teknologi harus dijadikan momentum untuk mengeksplorasi solusi alternatif.
Pendekatan fleksibel memungkinkan Otorita IKN tetap berada di jalur menuju 10-minute city, di mana 80 persen perjalanan menggunakan transportasi publik atau mobilitas aktif, seperti berjalan kaki dan bersepeda.
4. Pentingnya Pola Pengadaan yang Efisien
Salah satu kritik terhadap ART adalah biaya PoC yang tinggi, meskipun ditanggung oleh penyedia teknologi (Norinco dan CRRC).
Ale menekankan perlunya pola pengadaan (procurement) yang transparan untuk meminimalkan eskalasi harga dan memastikan teknologi sesuai spesifikasi.
Kereta tanpa rel dinilai terlalu mahal untuk fungsinya yang belum optimal, mendorong Otorita IKN untuk memperketat proses pengadaan di masa depan.
Pengadaan teknologi harus didukung oleh analisis biaya-manfaat yang ketat dan negosiasi yang mengutamakan transfer teknologi serta produksi lokal.
Hal ini akan menekan biaya jangka panjang dan mendukung industri dalam negeri, seperti rencana pembangunan fasilitas produksi ART di Indonesia.
5. Kolaborasi dan Kajian Ilmiah sebagai Fondasi Inovasi
Kegagalan ART menyoroti pentingnya kajian ilmiah sebelum implementasi skala besar. Otorita IKN telah berkolaborasi dengan universitas nasional dan lembaga internasional untuk menguji teknologi cerdas, seperti Autonomous Driving System (ADS) dan Advanced Traffic Management System (ATMS).