Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelajaran Berharga dari Kegagalan Kereta Tanpa Rel China di IKN

Kompas.com, 1 Mei 2025, 11:10 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Evaluasi ini melindungi IKN dari investasi yang tidak optimal dan memastikan hanya solusi terbaik yang diadopsi, seperti yang diungkapkan Deputi Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Mohammed Ali Berawi.

3. Fleksibilitas dalam Menyusun Strategi Mobilitas

Kegagalan ART tidak menghentikan ambisi Otorita IKN untuk membangun ekosistem smart mobility.

Saat ini, Otorita IKN bekerja sama dengan Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT) Tengah menyusun masterplan ekosistem smart mobility and transportation terpadu di IKN.

Salah satunya dengan pengembangan Mobility-as-a-Service (MaaS) untuk mengintegrasikan bus listrik, sepeda listrik, hingga urban air mobility.

Baca juga: Uji Terbang Sky Taxi IKN Buatan Hyundai Sukses, Take Off dan Landing Mulus

Kegagalan satu teknologi harus dijadikan momentum untuk mengeksplorasi solusi alternatif.

Pendekatan fleksibel memungkinkan Otorita IKN tetap berada di jalur menuju 10-minute city, di mana 80 persen perjalanan menggunakan transportasi publik atau mobilitas aktif, seperti berjalan kaki dan bersepeda.

4. Pentingnya Pola Pengadaan yang Efisien

Salah satu kritik terhadap ART adalah biaya PoC yang tinggi, meskipun ditanggung oleh penyedia teknologi (Norinco dan CRRC).

Ale menekankan perlunya pola pengadaan (procurement) yang transparan untuk meminimalkan eskalasi harga dan memastikan teknologi sesuai spesifikasi.

Kereta tanpa rel dinilai terlalu mahal untuk fungsinya yang belum optimal, mendorong Otorita IKN untuk memperketat proses pengadaan di masa depan.

Pengadaan teknologi harus didukung oleh analisis biaya-manfaat yang ketat dan negosiasi yang mengutamakan transfer teknologi serta produksi lokal.

Hal ini akan menekan biaya jangka panjang dan mendukung industri dalam negeri, seperti rencana pembangunan fasilitas produksi ART di Indonesia.

5. Kolaborasi dan Kajian Ilmiah sebagai Fondasi Inovasi

Kegagalan ART menyoroti pentingnya kajian ilmiah sebelum implementasi skala besar. Otorita IKN telah berkolaborasi dengan universitas nasional dan lembaga internasional untuk menguji teknologi cerdas, seperti Autonomous Driving System (ADS) dan Advanced Traffic Management System (ATMS).

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau