Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Proyek Jembatan Satwa dan Tol IKN Gunakan Mortar Busa

Kompas.com, 5 Juni 2025, 11:00 WIB
Add on Google
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - PT Waskita Beton Precast Tbk atau WSBP menyuplai mortar foam (mortar busa) pertama di Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk proyek Jalan Tol IKN Seksi 3B-2 Segmen KKT Kariangau-Sp Tempadung.

Mortar busa sebanyak 13.000 meter kubik ini disuplai perusahaan dengan nilai kontrak sebesar Rp 15,65 miliar.

Selain digunakan pada struktur jalan tol, mortar busa ini juga dimanfaatkan sebagai timbunan pada Jembatan Satwa, yang merupakan bagian dari segmen proyek tersebut.

Saat ini, sebanyak 345,50 meter kubik produk inovasi Mortar Foam WSBP telah terdistribusi dan terimplementasi pada lokasi proyek.

Volume tersebut merupakan realisasi per 31 Mei 2025, dan distribusi akan terus berjalan sesuai dengan target penyelesaian suplai pada Agustus 2025.

Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto mengatakan, ini merupakan salah satu inovasi produk readymix yang sebelumnya telah berhasil diterapkan pada proyek Jembatan FO Sekip di Palembang, Sumatera Selatan (Sulsel).

"Kepercayaan yang kembali diberikan kepada kami pada proyek ini menjadi bukti Mortar Foam WSBP memiliki kualitas dan keandalan yang baik. Suplai Mortar Foam di lingkungan ikn merupakan yang pertama kali dilakukan dan WSBP menjadi pihak yang dipercaya untuk menyuplaI," kata dia dalam siaran pers, Rabu (4/6/2025).

Baca juga: Ini Manfaat Mortar Busa untuk Bangun Infrastruktur di Tanah Lunak

Adapun mortar busa merupakan optimalisasi penggunaan cairan busa (foam agent) dengan mortar (semen, pasir dan air) yang berfungsi sebagai bahan pengganti timbunan tanah.

Material ini dapat digunakan sebagai timbunan untuk konstruksi jalan yang dimaksudkan untuk mengurangi beban timbunan dan sesuai untuk diaplikasikan pada timbunan di atas tanah lunak maupun aplikasi lainnya. 

Produk ini memiliki karakteristik ringan, dengan densitas kering maksimum 8 kilonewton per meter kubik.

Material ini memiliki kuat tekan (UCS) minimum umur 14 hari 2.000 kilopascal untuk lapis fondasi atas dan 800 kilopascal untuk lapis fondasi bawah/timbunan. Sehingga, mampu mengurangi beban dan meningkatkan kestabilan struktur jalan.

Penggunaan mortar busa juga membantu mengurangi kebutuhan tanah urugan serta frekuensi operasional truk pengangkut, yang berdampak positif terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon, menjadikannya solusi konstruksi lebih ramah lingkungan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau