Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melihat Jembatan Satwa Tol IKN, Fitur Utama Menyerupai Habitat Alami

Kompas.com, 4 Juni 2025, 08:50 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Tol IKN Seksi 3B yang dilengkapi dengan Jembatan Satwa merupakan salah satu proyek infrastruktur vital dalam mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Tol IKN Seksi 3B dirancang dengan panjang 7,32 kilometer dan menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 2,7 triliun.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dalam kerja sama operasi (KSO) bersama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama (Jakon), dan PT Pembangunan Perumahan (PP).

Tidak hanya fokus pada konektivitas transportasi menuju IKN dari arah Balikpapan, proyek ini juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan dengan memfasilitasi perlintasan satwa liar.

Baca juga: 28 September 2025, Universitas Gunadarma Gelar Kuliah Perdana di IKN

Ruas tol ini dirancang untuk menjadi akses utama menuju IKN dari arah Balikpapan. Jembatan Satwa atau Wildlife Crossing adalah salah satu fitur paling inovatif dari seksi ini.

Jembatan tersebut memiliki lebar 50 meter dan dirancang khusus agar satwa-satwa seperti beruang madu, rusa, dan hewan endemik Kalimantan lainnya dapat melintas dengan aman tanpa terganggu oleh lalu lintas kendaraan.

Desain jembatan ini menyerupai habitat alami dengan penanaman vegetasi di atasnya, sehingga satwa tidak merasa terintimidasi.

Hingga Mei 2025, progres pembangunan Tol IKN Seksi 3B telah mencapai sekitar 85 persen.

Jembatan Satwa Tol IKN Seksi 3B-2Wijaya Karya Jembatan Satwa Tol IKN Seksi 3B-2
Pekerjaan konstruksi yang signifikan telah diselesaikan, termasuk pengerjaan badan jalan, struktur jembatan, dan sebagian besar pengaspalan.

Pembangunan Jembatan Satwa juga menunjukkan kemajuan yang pesat, dengan struktur utama telah terpasang dan sedang dalam tahap akhir penataan lanskap.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menuturkan, pembangunan Tol IKN Seksi 3B, dengan fitur utama Jembatan Satwa ini adalah wujud komitmen pemerintah terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan di IKN.

Baca juga: Kebutuhan Listrik IKN Tembus 1 TWh, Siap Menerangi Masa Depan RI

"Kami tidak hanya membangun kota yang modern, tetapi juga kota yang harmonis dengan alam. Jembatan satwa ini adalah ikon dari komitmen tersebut," ujar Basuki.

Senada dengan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur  Hendro Satrio Kamaluddin yang menambahkan, progres Tol IKN Seksi 3B berjalan sesuai rencana.

"Kami terus memantau kualitas dan kecepatan pengerjaan untuk memastikan proyek ini selesai tepat waktu dengan standar tertinggi. Jembatan Satwa ini merupakan tantangan tersendiri dalam desain dan konstruksi, namun kami optimistis hasilnya akan sangat baik," imbuh Hendro.

Jembatan Satwa tol IKN Seksi 3B-2Wijaya Karya Jembatan Satwa tol IKN Seksi 3B-2
Teknologi Konstruksi yang Digunakan

Hendro menjelaskan, Jembatan Satwa pada Tol IKN Seksi 3B dikerjakan di dua titik, yaitu di STA 8 dan STA 10.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau