Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jepang Garap Rancangan Penyatuan IKN, Balikpapan, dan Samarinda

Kompas.com, 14 Agustus 2025, 17:24 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki babak baru.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan di kawasan inti, pemerintah kini memulai langkah strategis untuk mengintegrasikan IKN dengan dua kota penyangga utamanya, Balikpapan dan Samarinda.

Baca juga: 15 Kementerian Bakal Pindah, IKN Siap Sambut Ribuan ASN

Rencana ini dituangkan dalam Tri-City Development Plan (TCDP), sebuah masterplan ambisius yang disusun melalui kolaborasi antara Otorita IKN, Kementerian PPN/Bappenas, dan lembaga dari Jepang, Japan International Cooperation Agency (JICA).

Ekosistem Pertumbuhan Ekonomi Terpadu

Penyusunan TCDP ini merupakan amanat dari Perpres Nomor 63 Tahun 2022 dan UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN.

Tujuan utamanya adalah menciptakan ekosistem pertumbuhan ekonomi terpadu yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Baca juga: Sepaku Diusulkan Pindah ke IKN, Kabupaten PPU Jadi 5 Kecamatan Baru?

Rapat koordinasi perdana TCDP diselenggarakan pada Rabu (13/8/2025), dihadiri oleh perwakilan dari Otorita IKN, Bappenas, JICA, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan dan Samarinda.

Proses penyusunan rencana ini akan berlangsung selama tiga tahun, mulai Juli 2025 hingga Juni 2028.

Hasilnya diharapkan menjadi kerangka acuan strategis yang memandu pengembangan tiga kota tersebut secara holistik.

Peran JICA

Sebagai mitra strategis, JICA mengusulkan visi utama TCDP: Establishing a Greater Tri-City Development Ecosystem.

Baca juga: Selangkah Lagi, Uang Tunai Tak Berlaku di IKN

Team Leader Regional Development/Economic Development JICA, Yasuo Kanami, menjelaskan bahwa visi ini menekankan pada pembangunan yang berkelanjutan, menciptakan kota-kota yang saling terhubung, maju, dan ramah lingkungan.

Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, menambahkan bahwa TCDP tidak hanya akan menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga acuan untuk menyempurnakan rencana pembangunan yang sudah ada.

"Pendekatannya harus menggunakan regional planning, mencakup infrastruktur, lingkungan, dan sosial," ujar Mia.

Dengan demikian, meskipun proses penyusunan berlangsung hingga 2028, temuan awal dari TCDP dapat segera digunakan untuk perbaikan rencana yang sedang berjalan.

Baca juga: IKN Ajak Dunia Cicipi Liberika, Kopi yang Tumbuh di Lahan Gambut

Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan peta jalan strategis yang memperkuat tata kelola, integrasi infrastruktur, dan keberlanjutan sosial-lingkungan.

Sinergi antara IKN, Balikpapan, dan Samarinda akan menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas kota dapat membentuk superhub ekonomi baru yang berdaya saing tinggi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau