Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki babak baru.
Tidak hanya berfokus pada pembangunan di kawasan inti, pemerintah kini memulai langkah strategis untuk mengintegrasikan IKN dengan dua kota penyangga utamanya, Balikpapan dan Samarinda.
Baca juga: 15 Kementerian Bakal Pindah, IKN Siap Sambut Ribuan ASN
Rencana ini dituangkan dalam Tri-City Development Plan (TCDP), sebuah masterplan ambisius yang disusun melalui kolaborasi antara Otorita IKN, Kementerian PPN/Bappenas, dan lembaga dari Jepang, Japan International Cooperation Agency (JICA).
Penyusunan TCDP ini merupakan amanat dari Perpres Nomor 63 Tahun 2022 dan UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN.
Tujuan utamanya adalah menciptakan ekosistem pertumbuhan ekonomi terpadu yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Baca juga: Sepaku Diusulkan Pindah ke IKN, Kabupaten PPU Jadi 5 Kecamatan Baru?
Rapat koordinasi perdana TCDP diselenggarakan pada Rabu (13/8/2025), dihadiri oleh perwakilan dari Otorita IKN, Bappenas, JICA, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan dan Samarinda.
Proses penyusunan rencana ini akan berlangsung selama tiga tahun, mulai Juli 2025 hingga Juni 2028.
Hasilnya diharapkan menjadi kerangka acuan strategis yang memandu pengembangan tiga kota tersebut secara holistik.
Sebagai mitra strategis, JICA mengusulkan visi utama TCDP: Establishing a Greater Tri-City Development Ecosystem.
Baca juga: Selangkah Lagi, Uang Tunai Tak Berlaku di IKN
Team Leader Regional Development/Economic Development JICA, Yasuo Kanami, menjelaskan bahwa visi ini menekankan pada pembangunan yang berkelanjutan, menciptakan kota-kota yang saling terhubung, maju, dan ramah lingkungan.
Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, menambahkan bahwa TCDP tidak hanya akan menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga acuan untuk menyempurnakan rencana pembangunan yang sudah ada.
"Pendekatannya harus menggunakan regional planning, mencakup infrastruktur, lingkungan, dan sosial," ujar Mia.
Dengan demikian, meskipun proses penyusunan berlangsung hingga 2028, temuan awal dari TCDP dapat segera digunakan untuk perbaikan rencana yang sedang berjalan.
Baca juga: IKN Ajak Dunia Cicipi Liberika, Kopi yang Tumbuh di Lahan Gambut
Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan peta jalan strategis yang memperkuat tata kelola, integrasi infrastruktur, dan keberlanjutan sosial-lingkungan.
Sinergi antara IKN, Balikpapan, dan Samarinda akan menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas kota dapat membentuk superhub ekonomi baru yang berdaya saing tinggi.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.