Penulis
Oleh karena itu, TNI AU mengharapkan Lanud dapat melekat langsung dengan Bandara VVIP IKN.
"Penggunaan lahan alternatif yang jauh akan mengurangi efektivitas Lanud sebagai bagian dari sistem pertahanan udara terpadu," tegas I Nyoman kepada Kompas.com.
Baca juga: Selangkah Lagi, Uang Tunai Tak Berlaku di IKN
Meskipun memahami program Reforma Agraria, TNI AU berpendapat bahwa penempatan Lanud tidak dapat bersifat kompromistis terhadap lokasi.
Lahan 50 hektar yang tersedia saat ini masih jauh dari cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan elemen pertahanan yang diperlukan.
Pembangunan sistem pertahanan di IKN bukan hanya perisai ibu kota, melainkan fondasi strategis menuju Indonesia yang berdaulat, aman, dan siap menghadapi tantangan global.
IKN dirancang tidak hanya sebagai pusat pemerintahan modern, tetapi juga sebagai simbol ketangguhan dan keamanan negara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang