Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan progres pesat.
PT Hutama Karya (Persero) berhasil menuntaskan konstruksi Jalan Tol IKN Seksi 3A Karangjoang–KKT Kariangau sepanjang 9,275 kilometer lebih cepat dari jadwal yang ditargetkan pada Desember 2025.
Baca juga: BBT Tegaskan Komitmen Reforma Agraria di Tengah Permintaan Lahan Lanud IKN
Proyek ini kini memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) dan siap untuk uji coba operasional.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyampaikan bahwa selesainya Seksi 3A ini akan sangat memengaruhi mobilitas.
Jalan tol ini terhubung langsung dengan Jalan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) yang sudah beroperasi, sehingga mampu memangkas waktu tempuh dari Balikpapan ke IKN menjadi sekitar satu jam, dari yang sebelumnya 2-3 jam.
Baca juga: Januari 2026, Sekolah Taruna Nusantara IKN Siap Cetak Talenta Unggulan
"Akses yang lebih singkat akan mendukung mobilitas masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha," ujar Adjib, Jumat (15/8/2025).
Dalam pembangunannya, Hutama Karya menerapkan konstruksi berbasis digital, seperti pemetaan drone, desain 3D-5D, hingga GPS paver.
Hal ini meningkatkan akurasi dan efisiensi waktu, serta memastikan mutu proyek tetap terjaga.
Secara teknis, ruas tol ini memiliki tiga lajur dengan lebar total 16,15 meter. Keunikan proyek ini, menurut Adjib, adalah keberadaan tiga jembatan yang melintasi sungai berkelok dan dilintasi kapal tongkang.
Baca juga: Jepang Garap Rancangan Penyatuan IKN, Balikpapan, dan Samarinda
"Ini akan menjadi satu-satunya jalan tol di Indonesia yang tiga kali melewati sungai berkelok dan dilintasi kapal tongkang," imbuh Adjib.
Selama konstruksi, Hutama Karya juga menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dengan menanam 25.000 mangrove, melakukan penghijauan lereng, dan menyerap ratusan tenaga kerja lokal.
Puluhan UMKM lokal juga dilibatkan dalam rantai pasok, memberikan kontribusi positif bagi perekonomian sekitar. Keberhasilan proyek ini, yang mencatat zero accident dan zero fatality, didukung oleh kolaborasi dengan KSO PT Hutama Karya (Persero)–PT Adhi karya (Persero) Tbk–PT Brantas Abipraya (Persero).
Baca juga: Sepaku Diusulkan Pindah ke IKN, Kabupaten PPU Jadi 5 Kecamatan Baru?
Setelah PHO, ruas tol ini akan memasuki masa pemeliharaan selama 720 hari. Operasional penuh untuk umum akan dilakukan setelah seluruh jaringan Tol IKN Seksi 1A-6C tersambung, yang diproyeksikan beroperasi pada 2028.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang