Penulis
"Melalui Babinsa dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Kodam mendukung distribusi dan memastikan kesenjangan gizi di wilayah 3T dapat diminimalisasi, menjadikan ketahanan gizi sebagai bagian integral pembangunan manusia di Kalimantan," tutur Mayjen Rudy.
Ada pun pembangunan IKN di Kalimantan Timur menjadikan Kodam VI Mulawarman sebagai garda terdepan pertahanan IKN.
Status IKN sebagai national critical asset menuntut pola pengamanan yang sangat preventif dan terintegrasi.
Terkait hal ini, Kodam kini memperkuat sistem deteksi dini, meningkatkan interoperabilitas dengan TNI AL dan AU, serta fokus pada territorial control di sekitar IKN, meninggalkan konsep territorial coverage yang lebih luas.
Baca juga: Peran Ganda Kodam Mulawarman, Perisai Tempur dan Mitra Pembangunan
Penguatan postur pasukan tempur dan kewilayahan di sekitar IKN dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan aman dan bebas dari ancaman potensial, baik militer maupun non-militer.
Lepas dari itu, tantangan terbesar di Kalimantan kini adalah asymmetric threats yang menggerus keamanan rakyat yakni narkoba lintas batas, pertambangan ilegal atau illegal mining, penyelundupan Sumber Daya Alam (SDA), dan Tindak Pidana Penyelenundupan Orang (TPPO).
Untuk itu, Kodam VI/Mulawarman memperkuat sinergi dengan Polda, Pemda, dan instansi penegak hukum lain.
Orientasi sinergi jelas yakni menutup ruang gerak kejahatan lintas negara yang dapat merusak keamanan rakyat dan mengganggu iklim investasi.
Baca juga: Kodam Mulawarman Buka Peluang Kerjasama Teknologi Pertahanan di Perbatasan
Secara internal, restrukturisasi pasca pemisahan wilayah komando memungkinkan Kodam IV Mulawarman lebih fokus pada Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Latihan bertingkat dan modernisasi gelar pasukan terus dilakukan, selaras dengan penekanan Pangdam Rudy, bahwa “Kesiapan pasukan harus menyeluruh. Tidak cukup hanya kuat, tapi juga cerdas dan disiplin untuk menegakkan kedaulatan dengan tepat.”
Kinerja Kodam VI/Mulawarman selama setahun terakhir ini membuktikan bahwa pertahanan dan keamanan di era IKN bersifat holistik, mulai dari menjaga patok di perbatasan, mengamankan hasil panen di sawah, hingga menjamin stabilitas politik di pusat pemerintahan yang baru.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang