Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI pada 5 Oktober 2025, Tentara Nasional Indonesia (TNI) berada di tengah momentum transformasi peran yang krusial.
Amanat Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 2 Oktober 2025, di atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang menekankan "Jangan pernah mengkhianati bangsa dan negara", menjadi titik tolak bagi pergeseran orientasi prajurit.
Baca juga: Kodam Mulawarman Komitmen Jaga Profesionalisme dan Kepercayaan Rakyat
Pesan moral yang disampaikan usai pemberian tanda kehormatan, tersebut bukan hanya seruan etika.
Ia adalah peta jalan strategis yang menuntut loyalitas tak terbagi diterjemahkan menjadi pengabdian nyata kepada rakyat.
Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, mengambil inisiatif untuk menerjemahkan amanat Presiden menjadi panduan operasional di wilayahnya.
Ia menegaskan bahwa pesan tersebut adalah pangkal dari orientasi moral dan profesionalisme prajurit, yang ia jabarkan dalam tiga pilar konkret.
Baca juga: Kodam Mulawarman Buka Peluang Kerjasama Teknologi Pertahanan di Perbatasan
Pilar utama dan pertama adalah menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tindakan prajurit.
"Kehormatan TNI, harus ditegakkan di tengah masyarakat agar kepercayaan publik (trust) tetap menjadi modal sosial utama," ujar Pangdam kepada Kompas.com, Sabtu (4/10/2025).
Pilar kedua adalah profesionalisme yang diukur dari kesiapan tempur. Hal ini diwujudkan melalui peningkatan latihan bersama (interoperabilitas) antar satuan (Yonif, Arhanud, Marinir) dan dukungan intelijen.
Baca juga: Strategi Pertahanan IKN, Kodam Mulawarman Fokus Kemandirian Logistik
Tujuannya adalah memastikan respons cepat terhadap potensi ancaman di perbatasan dan wilayah laut, menunjukkan kapabilitas pertahanan yang prima.
Pilar ketiga, hadir nyata dan bhakti masyarakat. Pilar ini menuntut prajurit untuk turun langsung ke desa.
"Keterlibatan aktif dalam penanganan bencana, pelayanan kesehatan, dan pembinaan masyarakat menjadi wujud konkret dari pengabdian kepada rakyat, mengubah citra militer menjadi figur yang peduli," imbuh Mayjen Rudy.
Dalam menyongsong HUT ke-80 TNI, Mayjen Rudy menekankan bahwa TNI kini mengemban peran ganda yang bertransformasi, terutama di tengah dinamika pembangunan nasional, khususnya di Kalimantan yang menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Prajurit TNI di wilayah Kodam Mulawarman tidak hanya bertugas sebagai perisai keamanan teritorial.
Baca juga: Juli 2025, Kalsel Terpisah dari Wilayah Pertahanan Kodam VI Mulawarman
Pangdam Rudy menegaskan, TNI adalah penjaga IKN dan sekaligus pengawal pembangunan. Peran ini meluas dari menjaga kedaulatan negara hingga mengamankan proses pembangunan yang ambisius.