Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Setahun Prabowo-Gibran, Kodam Mulawarman Perkuat Pertahanan IKN, Perbatasan, dan Kedaulatan Pangan

Kompas.com, 19 Oktober 2025, 21:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Dalam setahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pembangunan nasional merata ke seluruh penjuru Tanah Air, termasuk Kalimantan Timur, yang berpusat pada megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN).

Di tengah dinamika ini, peran Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman menjadi sangat sentral dan multidimensi.

Baca juga: Dari Lapangan Kodam Mulawarman, Ini Makna TNI PRIMA di HUT ke-80

Dengan tanggung jawab wilayah seluas 202.813 kilometer persegi serta garis perbatasan darat sepanjang 1.038 kilometer dengan Malaysia, Kodam Mulawarman dituntut untuk menjalankan doktrin Gawi Manuntung-Waja Sampai Kaputing (Bekerja Bersama Sampai Tuntas) dalam tiga pilar utama: pertahanan kedaulatan, ketahanan pangan, dan pengamanan IKN.

Penguatan Perbatasan dengan Pendekatan Soft Power

Perbatasan darat Kalimantan yang sangat panjang dan rawan menjadi prioritas utama.

Hal ini karena wilayah perbatasan Kalimantan bukan hanya garis batas politik, tetapi juga beranda martabat negara.

Melalui operasi pengamanan dan patroli berlapis Satgas Pamtas, Kodam VI/Mulawarman menjaga integritas patok batas, memantau jalur masuk ilegal, dan merespons ancaman di sektor-sektor rawan seperti Krayan, Long Midang, Lumbis, dan Long Bawan.

Baca juga: Hutan Kaltara Jadi Daerah Latihan TNI AD Selama Lima Tahun

Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy rachmat Nugraha menegaskan, konsep pengamanan tidak lagi murni bersifat militer, melainkan perpaduan hard power dan soft power.

“Keamanan perbatasan harus dibangun bukan hanya dengan senjata, tetapi juga dengan memberdayakan masyarakat sehingga mereka menjadi penjaga pertama kedaulatan," ujar Pangdam Rudy menjawab pertanyaan Kompas.com, Minggu (19/10/2025).

Pendekatan ini diwujudkan melalui Program Desa Mandiri Perbatasan, yang bertujuan menjadikan masyarakat di tapal batas berdaulat secara ideologis, sosial, dan ekonomi, sehingga mengurangi potensi kerawanan dan infiltrasi dari luar.

Ketahanan Pangan

Selaras dengan paradigma baru bahwa food security is national security atau ketahanan pangan adalah ketahanan Nasional, Kodam VI/Mulawarman secara agresif beralih fungsi menjadi motor penggerak ketahanan pangan di tingkat kewilayahan.

Kodam menerapkan program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Integrated Farming System (IFS), untuk meningkatkan produksi pangan lokal.

Baca juga: TNI AD Akan Bentuk Batalyon Teritorial Pembangunan IKN

Dari target 21.827 hektar, realisasi program telah mencapai 16.358 hektar atau 84 persen. Hasilnya, pendapatan petani binaan melesat sebesar 10–15 persen.

Menurut Pangdam Rudy, model IFS menjadikan satuan komando kewilayahan (termasuk Babinsa) tidak hanya mengamankan, tetapi juga mendorong produksi lokal.

Ketahanan pangan ditegaskan bukan lagi sekadar masalah ekonomi, melainkan fondasi stabilitas nasional yang harus diamankan oleh sektor pertahanan.

Selain itu, Kodam juga mengambil peran di hilir program unggulan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau