Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

TNI AD Akan Bentuk Batalyon Teritorial Pembangunan IKN

Kompas.com, 21 Januari 2025, 11:39 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Darat (AD) akan membentuk satuan baru Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman Kolonel Kavaleri Kristiyanto mengungkapkan hal itu saat peringatan HUT ke-74 Pendam VI Mulawarman, di Balikpapan, Selasa (21/1/2025).

"Pembentukan satuan baru ini merupakan salah satu rencana strategis yang ditargetkan dapat terealisasi tahun 2025 ini," ujar Kristiyanto.

Batalyon TP khusus di IKN ini dibentuk sebanyak 23 satuan. Terdiri dari 3 satuan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), 18 satuan di Kawasan IKN (KIKN), dan 2 satuan di wilayah penyangga IKN.

Baca juga: 13 Ranpur Tank Harimau Buatan Pindad Siap Jaga Pertahanan IKN

Semua satuan ini berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Selain di IKN, TNI AD juga akan membentuk Batalyon TP di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu di Kalimantan Selatan.

Tak hanya itu, akan dibentuk juga 5 Batalyon Satuan Bantuan Tempur Batalyon. Mencakup 2 Batalyon Zeni Tempur (Zipur) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 1 Zipur di IKB, 1 Batalyon Arhanud IKN, dan 1 Batalyon Kesehatan di Balikpapan.

Menurut Kristiyanto, personel yang akan mengisi satuan-satuan Batalyon TP saat ini masih dalam perencanaan, dan belum ditentukan jumlahnya.

"Beberapa alternatif masih belum diputuskan apakah akan diisi oleh personel baru atau personel organik dari satuan yang sudah ada," imbuh Kristiyanto.

Cetak Sawah Baru

Sementara untuk menjalankan peran dan posisi strategisnya dalam mendukung program unggulan swasembada pangan tahun 2025, Kodam VI Mulawarman bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI.

Swasembada pangan yang merupakan kelanjutan dari program ketahanan pangan pada tahun 2024, meliputi kegiatan cetak sawah, optimasi lahan (oplah), dan luas tambah tanam (LTT).

Kristiyanto menjelaskan, program cetak sawah merupakan kegiatan mengubah lahan tidak produktif menjadi lahan yang bisa ditanami padi.

Baca juga: Dukung Pertahanan Udara Cerdas IKN, Lanud Dhomber Bangun Rudal Jarak Menengah

Tahun 2025, Kodam VI Mulawarman mendapatkan target seluas 150.000 hektar per tahun. Dari total luas itu, yang sudah disepakati target Semester I-2025 seluas 75.000 hektar.

Program cetak sawah di Kodam VI Mulawarman hanya dilakukan di wilayah Komando Resor Militer (Korem) Korem 101/Antasari (ANT) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau