Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Setahun Prabowo-Gibran, Ekosistem Legislatif dan Yudikatif IKN Digeber

Kompas.com, 21 Oktober 2025, 16:40 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Danis menjelaskan, untuk fondasi forest city, konsistensi dipertahankan dengan batasan tegas bahwa hanya 25 persen kawasan yang boleh dibangun, sementara 75 persen sisanya harus tetap menjadi kawasan hijau.

"Ini adalah janji utama pembangunan IKN yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," cetus Danis

Baca juga: Markas Militer IKN Yonif BTB Dikebut, Kodiklatad Turun Langsung

Sementara fondasi sponge city merupakan fondasi yang menjamin pemenuhan kebutuhan air dan meminimalkan run-off (aliran air permukaan).

Strateginya adalah dengan membangun bendungan dan puluhan embung yang berfungsi menahan air di permukaan.

Ada pun smart city dipersiapkan sepenuhnya untuk Era Digital, AI, dan Internet of Things (IoT).

"Otorita IKN sedang menerapkan teknologi smart building dan smart infrastructure untuk mengelola kota yang kompleks dan berkelanjutan," imbuh Danis.

Strategi Pendanaan dan Tata Kelola Inklusif

Untuk membiayai pembangunan Tahap 2, Otorita IKN tidak hanya mengandalkan APBN.

Kas negara hanya dignaban untuk pembangunan core government (termasuk yudikatif dan legislatif).

Baca juga: IKN Living Lab Transisi Energi, Ajak 43 Delegasi Dunia Tinggalkan Batubara

Sementara ekosistem lainnya didanai oleh Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp 102,24 triliun.

Sedangkan investasi langsung di sektor properti pendukung macam hotel, rumah sakit, pusat ekonomi, telah mencapai sekitar Rp 65 triliun, menunjukkan respon positif investor terhadap ruang investasi yang dibuka IKN.

Pengelolaan

Otorita IKN memandang fase ini sebagai tantangan, terutama bagaimana mengelola pembangunan yang sangat kompleks dan berdimensi banyak (multisektor) secara bersamaan.

Misalnya aset yang sudah terbangun superit hunian, kantor setneg, Istana Garuda, Istana Negara, embung, dan jalan kini memerlukan pengelolaan kawasan dan building management yang intensif.

Otorita IKN bahkan melibatkan hingga 90 persen masyarakat lokal dalam manajemen ini, sekaligus mendorong pembangunan ekonomi di wilayah sekitar seperti pembangunan pasar di Kecamatan Sepaku.

Baca juga: Akademisi Kaltim Desak Pemerintah Segera Eksekusi Riset Nuklir BATAN

Rencana ke depan adalah mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dengan menyediakan bus shuttle umum dan memfasilitasi bike-sharing (sepeda berbagi), sejalan dengan visi smart city dan green city.

Pemindahan ASN ditargetkan hingga 4.000 orang pada 2028 dan aparatur pendukung (TNI/Polri) juga menjadi konsentrasi utama, yang memerlukan pelatihan dan penyiapan hunian secara bertahap.

Dengan transisi yang fokus pada kelengkapan struktur dan penguatan ekosistem berkelanjutan, satu tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran telah meletakkan landasan yang lebih kuat menuju realisasi IKN sebagai pusat politik dan ekonomi baru pada tahun 2028.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau