Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Runway Bandara Internasional Nusantara IKN Terpanjang di Kalimantan

Kompas.com, 19 Desember 2025, 22:22 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Di tengah hamparan hijau Kalimantan yang legendaris, tinta sejarah baru ditorehkan.

Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya membangun istana dan gedung-gedung tinggi, tetapi juga sedang membentangkan sayapnya melalui kehadiran Bandara Internasional Nusantara.

Infrastruktur ini bukan sekadar gerbang masuk, melainkan sebuah pernyataan kedaulatan dirgantara yang akan mengubah peta konektivitas di jantung Borneo.

Baca juga: Megahnya Masjid Negara IKN, Suaka Spiritual Nusantara yang Hampir 90 Persen

Melalui landasan pacu yang membelah cakrawala, Kalimantan kini memiliki "titian emas" terpanjang yang siap menghubungkan mimpi-mimpi besar Indonesia dengan dunia internasional.

Landasan pacu Bandara Internasional Nusantara kini berdiri dengan gagah, menyandang predikat sebagai runway terpanjang di daratan Kalimantan.

Menara ACT Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Menara ACT Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Dengan dimensi teknis yang mencapai panjang 3.000 meter dan lebar 45 meter, bandara ini telah melampaui kemampuan teknis bandara-bandara pendahulunya di pulau yang sama.

Sebagai perbandingan, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan dan Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin rata-rata memiliki landasan pacu di angka 2.500 meter.

Baca juga: Dibuka Saat Nataru, Tol IKN Bakal Dilintasi 27.565 Kendaraan

Keunggulan dimensi ini memungkinkan Bandara Internasional Nusantara didarati oleh pesawat berbadan lebar (wide body) kelas dunia, yang secara otomatis menaikkan derajat Kalimantan dalam hirarki penerbangan global.

Perbandingan

Eksistensi Bandara Internasional Nusantara dalam kancah nasional pun tergolong kompetitif.

Jika kita menyandingkannya dengan bandara-bandara internasional utama di Indonesia, Bandara Internasional Nusantara mulai mendekati kedigdayaan Bandara Soekarno-Hatta yang memiliki landasan pacu 3.600 meter atau Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo yang membentang sepanjang 3.250 meter.

Dua garbarata Bandara Internasional Nusantara di Itu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Dua garbarata Bandara Internasional Nusantara di Itu Kota Nusantara (IKN)
Namun, ia telah sejajar dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali yang memiliki panjang landasan 3.000 meter.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa meskipun berstatus sebagai bandara khusus yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan, spesifikasi teknisnya sudah disiapkan untuk melayani penerbangan jarak jauh berskala global.

Baca juga: Korporasi Raksasa Belgia Bidik IKN, Kawasan Diplomatik Jadi Prioritas

Secara operasional, bandara ini telah membuktikan ketangguhannya.

Plt Kepala Bandara Internasional Nusantara, Imam Alwan, mengungkapkan, bahwa fasilitas ini telah sukses melayani pendaratan pesawat jenis Boeing 737-400 milik TNI AU hingga pesawat charter mewah seperti Bombardier Challenger CL 604 yang dioperasikan oleh PT Karisma Bahana Aviasi.

Ruang VIP dan VVIP Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN)OIKN Ruang VIP dan VVIP Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN)
"Keberhasilan pendaratan pesawat-pesawat ini menjadi validasi bahwa kualitas aspal dan daya dukung lahan Pavement Classification Number (PCN) bandara telah memenuhi standar internasional, meskipun saat ini pengelolaannya masih berada di bawah mandat penuh Kementerian Perhubungan tanpa melibatkan pihak operator komersial," papar Imam kepada Kompas.com, mat (19/12/2025).

Secara estetika, Bandara Internasional Nusantara mengusung konsep desain berkelanjutan.

Arsitekturnya mengadopsi elemen budaya lokal Kalimantan yang dipadukan dengan konsep modern-eco friendly.

Baca juga: Penduduk Tertua di IKN Berusia 108 Tahun, Saksi Hidup Perang Dunia I hingga Covid

Atap terminal yang menyerupai bentuk perisai tradisional Suku Dayak diselaraskan dengan teknologi bangunan hijau yang memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara.

Hal ini sejalan dengan visi IKN sebagai sustainable forest city, di mana bangunan masif tidak seharusnya menyingkirkan alam, melainkan menjadi bagian dari ekosistem hutan yang lestari.

Terminalnya seluas 7.350 meter persegi didesain bukan hanya sebagai tempat transit, tetapi sebagai ruang kontemplasi yang memperkenalkan wajah Indonesia masa depan yang ramah lingkungan.

Ruang meeting VVIP Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Ruang meeting VVIP Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Komersial Penuh

Memasuki pengujung tahun 2025, progres pembangunan fisik bandara telah mencapai tahap akhir yang sangat memuaskan.

Sektor-sektor kritikal seperti terminal penumpang, gedung administrasi, serta sistem navigasi udara terus dipacu penyelesaiannya.

Baca juga: Tahukah Anda, Separuh Populasi IKN adalah Generasi Muda?

Kementerian Perhubungan menargetkan, pada tahun 2026, status bandara ini akan ditingkatkan menjadi bandara komersial penuh.

Langkah ini krusial untuk melayani arus mobilitas ASN, diplomat asing, hingga pebisnis mancanegara yang akan membanjiri IKN menjelang pemindahan ibu kota secara bertahap pada 2028.

Pada akhirnya, Bandara Internasional Nusantara adalah lebih dari sekadar aspal sepanjang tiga kilometer.

Ruang tamu VVIP Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) 
KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Ruang tamu VVIP Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Ia adalah simbol dari sebuah bangsa yang berani memindahkan pusat gravitasi pembangunannya.

Di atas landasan ini, roda-roda pesawat dari berbagai penjuru bumi akan menyentuh tanah Kalimantan, membawa harapan akan pemerataan ekonomi dan kemajuan yang tidak lagi terpusat hanya di satu pulau.

Baca juga: Tol IKN Dibuka Gratis saat Nataru, Otorita Siapkan Manajemen Lalu Lintas

Bandara ini adalah awal dari perjalanan panjang Indonesia menuju fajar baru tahun 2026, di mana jarak antara IKN dan dunia internasional hanya dipisahkan oleh penerbangan dalam hitungan jam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau