Penulis
"Ini yang saya sering sebut bahwa IKN butuh tiga pilar utama: people, nature, dan culture. Kalau manusianya tidak sadar bencana dengan kultur yang melindungi dan merawat hutan, maka konsep forest city bisa bubar," tegas Bambang.
Pesan ini menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa pembangunan IKN adalah sebuah proyek kebudayaan, bukan sekadar proyek konstruksi.
Transformasi perilaku warga dan pengunjung untuk memiliki kesadaran mitigasi bencana menjadi kunci utama.
Baca juga: IKN dan Daerah Mitra Jadi Superhub Ekonomi, Payung Hukum Digodok
IKN diharapkan tidak hanya menjadi pusat gravitasi ekonomi baru, tetapi juga menjadi laboratorium hidup di mana manusia, alam, dan budaya berinteraksi dalam harmoni yang cerdas dan inklusif.
"Standar tinggi yang telah ditetapkan harus tetap menjadi kompas agar IKN benar-benar menjadi kota referensi masa depan, bukan sekadar catatan sejarah tentang pembangunan fisik yang kehilangan jiwanya," tuntas Bambang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang