Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com – Langkah konkret ditunjukkan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam menerjemahkan visi Presiden Prabowo Subianto tentang pelestarian lingkungan.
Menjelang Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Otorita IKN menggelar gerakan masif bertajuk "Aksi Alam Sehat, Rakyat Indonesia (Asri) sebagai bentuk kepatuhan terhadap instruksi langsung Kepala Negara untuk menjaga martabat ekologis ibu kota baru.
Baca juga: Bupati Akui PPU Penyangga IKN Krisis Air Bersih, Ini Jalan Keluarnya
Kegiatan yang berlangsung serentak di jantung deliniasi IKN ini merupakan pernyataan sikap bahwa pembangunan fisik Nusantara harus berjalan beriringan dengan pembersihan perilaku masyarakat dalam berwisata.
Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa IKN harus menjadi teladan bagi kota-kota lain di Indonesia, terutama dalam hal kedisiplinan menjaga kebersihan.
Menanggapi mandat tersebut, Otorita IKN menggandeng lintas sektor, mulai dari Bank Indonesia (BI), sektor swasta seperti Mayora Group, hingga unsur TNI, untuk "bersih-bersih" kawasan wisata alam.
Baca juga: Tiga Kampus Top Belanda Bedah Anatomi IKN Jadi Living Lab Dunia
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan bahwa momentum ini adalah titik balik bagi standar pariwisata di Nusantara.
“Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan instruksi Presiden, gerakan ASRI, yang bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional. Kita melakukan kegiatan wisata dengan bertanggung jawab. Ayo kita naik kelas, berwisata dengan peduli lingkungan,” tegas Myrna saat memberikan pengarahan di lokasi aksi, Sabtu (7/2/2026).
Aksi "bersih-bersih" ini difokuskan pada tiga destinasi wisata alam penyangga IKN yang memiliki nilai ekologis tinggi: Gunung Parung, Air Terjun Tembinus, dan Batu Dinding.
Baca juga: Transformasi Perilaku, Sulap Sampah Jadi Cuan di IKN
Ketiga lokasi ini dipilih karena potensinya sebagai magnet wisatawan masa depan yang memerlukan proteksi ketat dari ancaman limbah domestik.
Sinergi multipihak juga terlihat dari kehadiran hampir 300 relawan yang terdiri dari masyarakat lokal, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), ASN Kementerian Kesehatan, hingga prajurit Grup 4 Kopassus.
Masalah utama sampah di kawasan wisata sering kali berakar pada minimnya fasilitas dan rendahnya kesadaran pemilahan.
Menjawab tantangan ini, Otorita IKN menerima dukungan sarana berupa tempat sampah terpilah dari Mayora Group yang ditempatkan di setiap titik wisata.
Baca juga: Stabilitas di Gerbang IKN: Balikpapan Deflasi, Sinyal Positif Daya Beli
Langkah ini bertujuan agar pengunjung tidak hanya berhenti membuang sampah sembarangan, tetapi mulai belajar memilah limbah organik dan anorganik sejak dari tangan mereka sendiri.
Dukungan dari BI, dan sektor industri seperti PT ITCI Hutani Manunggal, memperkuat struktur pengelolaan sampah berbasis komunitas di wilayah tersebut.
Melalui Gerakan Aasri, Otorita IKN ingin mengirimkan pesan kuat kepada dunia internasional bahwa Indonesia serius menggarap kota hutan (forest city).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang