Penulis
Menariknya, seluruh aspek estetika, mulai dari meja altar, relief, patung, hingga busana liturgi, merupakan buah karya seniman dan pengrajin lokal Indonesia.
Konsultan Desain Sarana Kompleks Basilika, Rm. Mikael Adi Siswanto, mengungkapkan, setiap detail interior dirancang dengan pendalaman teologis yang serius.
"Setiap unsur dirancang selaras dengan norma Gereja universal namun tetap berakar pada kekayaan seni Nusantara," ungkapnya.
Pemerintah melalui Ditjen Bimas Katolik dan KWI telah membentuk panitia khusus untuk mempersiapkan Misa Syukur Peresmian dan Dedikasi Gereja. Jika sesuai rencana, peresmian akan digelar pada akhir Juli 2026 mendatang.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.