Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki perkuatan aspek pengamanan wilayah.
Otorita IKN bersama Kepolisian Daerah Kalimantan Timur meresmikan dimulainya konstruksi Kantor Pendukung Persil Polresta IKN di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Jumat (8/5/2026).
Infrastruktur ini menjadi pijakan awal bagi institusi kepolisian untuk mengawal stabilitas pusat pemerintahan masa depan.
Baca juga: IKN Dikepung Tambang Ilegal, Otorita Klaim Sudah Ditindak Sejak 2023
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro didampingi Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto.
Proyek yang berlokasi di jantung Penajam Paser Utara ini dirancang sebagai pusat pelayanan publik serta pemeliharaan ketertiban bagi masyarakat maupun aparatur sipil negara yang mulai bermukim di Nusantara.
Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan bahwa fasilitas ini merupakan perintis bagi struktur kepolisian yang lebih komprehensif.
Pembangunan gedung tersebut tidak hanya mengejar tenggat waktu, namun mengedepankan keluhuran mutu serta akuntabilitas pengerjaan.
“Ini adalah pilar krusial bagi terselenggaranya fungsi kepolisian di wilayah ini. Sinergi lintas sektoral menjadi prasyarat mutlak agar manfaat keberadaan kantor ini dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tutur Bimo.
Baca juga: BI Balikpapan Perkuat Ekonomi Syariah di Penyangga IKN via PESAN 2026
Senada dengan hal itu, Irjen Pol Endar Priantoro menyatakan kesiapan Korps Bhayangkara dalam mengawal kebijakan strategis nasional tersebut.
Pada fase awal, Polresta IKN akan diperkuat oleh 80 personel terpilih. Jumlah ini diproyeksikan terus bertambah seiring eskalasi aktivitas pemerintahan dan pertumbuhan populasi di kawasan Sepaku.
Pembangunan kantor pendukung ini diproyeksikan tuntas pada tahun 2027.
Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memitigasi potensi gangguan keamanan sedini mungkin, sekaligus memastikan transisi ibu kota berjalan tanpa hambatan sosial yang berarti.
Baca juga: Inflasi Kaltim Melandai, tapi Transportasi dan Energi Masih Menghantui
Kapolda Kaltim menggarisbawahi bahwa institusi Polri harus menyatu dengan denyut nadi masyarakat lokal.
"Kehadiran fisik kantor ini bertujuan mendekatkan akses keadilan dan perlindungan bagi warga, sekaligus menjadi embrio bagi pelayanan kepolisian berskala besar di Nusantara ke depan," pungkas Endar.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.