Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 9 Mei 2026, 20:13 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki perkuatan aspek pengamanan wilayah.

Otorita IKN bersama Kepolisian Daerah Kalimantan Timur meresmikan dimulainya konstruksi Kantor Pendukung Persil Polresta IKN di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Jumat (8/5/2026).

Infrastruktur ini menjadi pijakan awal bagi institusi kepolisian untuk mengawal stabilitas pusat pemerintahan masa depan.

Baca juga: IKN Dikepung Tambang Ilegal, Otorita Klaim Sudah Ditindak Sejak 2023

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro didampingi Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto.

Proyek yang berlokasi di jantung Penajam Paser Utara ini dirancang sebagai pusat pelayanan publik serta pemeliharaan ketertiban bagi masyarakat maupun aparatur sipil negara yang mulai bermukim di Nusantara.

Fondasi Keamanan Nasional

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan bahwa fasilitas ini merupakan perintis bagi struktur kepolisian yang lebih komprehensif.

Pembangunan gedung tersebut tidak hanya mengejar tenggat waktu, namun mengedepankan keluhuran mutu serta akuntabilitas pengerjaan.

“Ini adalah pilar krusial bagi terselenggaranya fungsi kepolisian di wilayah ini. Sinergi lintas sektoral menjadi prasyarat mutlak agar manfaat keberadaan kantor ini dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tutur Bimo.

Baca juga: BI Balikpapan Perkuat Ekonomi Syariah di Penyangga IKN via PESAN 2026

Senada dengan hal itu, Irjen Pol Endar Priantoro menyatakan kesiapan Korps Bhayangkara dalam mengawal kebijakan strategis nasional tersebut.

Pada fase awal, Polresta IKN akan diperkuat oleh 80 personel terpilih. Jumlah ini diproyeksikan terus bertambah seiring eskalasi aktivitas pemerintahan dan pertumbuhan populasi di kawasan Sepaku.

Target Rampung 2027

Pembangunan kantor pendukung ini diproyeksikan tuntas pada tahun 2027.

Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memitigasi potensi gangguan keamanan sedini mungkin, sekaligus memastikan transisi ibu kota berjalan tanpa hambatan sosial yang berarti.

Baca juga: Inflasi Kaltim Melandai, tapi Transportasi dan Energi Masih Menghantui

Kapolda Kaltim menggarisbawahi bahwa institusi Polri harus menyatu dengan denyut nadi masyarakat lokal.

"Kehadiran fisik kantor ini bertujuan mendekatkan akses keadilan dan perlindungan bagi warga, sekaligus menjadi embrio bagi pelayanan kepolisian berskala besar di Nusantara ke depan," pungkas Endar.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau