Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ancaman El Nino Mengintai, IKN Siagakan Sistem Penanganan Karhutla

Kompas.com, 14 Mei 2026, 19:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat kesiapan menghadapi ancaman musim kemarau panjang atau El Nino 2026 melalui sistem mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis teknologi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan dan aktivitas masyarakat di kawasan IKN tetap berjalan aman di tengah potensi cuaca ekstrem tahun ini.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada April 2026, sifat musim kemarau di IKN tahun ini diperkirakan berada pada kategori bawah normal. Kondisi tersebut berarti curah hujan selama musim kemarau diprediksi lebih rendah dibandingkan rata-rata normal.

Baca juga: Rusun MBR di IKN Selesai September, Lebih Cepat dari Target

Akibatnya, wilayah IKN berpotensi mengalami kondisi lebih kering sehingga risiko kekeringan dan karhutla meningkat.

BMKG juga memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026 dengan curah hujan berkisar 0-20 milimeter. Sementara itu, sejumlah titik panas terpantau terkonsentrasi di wilayah Sepaku, Samboja, Muara Jawa, dan sekitar Mentawir.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, mengatakan strategi mitigasi dilakukan agar aktivitas masyarakat dan pembangunan di wilayah IKN tidak terganggu.

"Fenomena El Nino merupakan siklus alam yang perlu diantisipasi bersama. Karena itu, Otorita IKN telah menggagas sejumlah strategi mitigasi dan kesiapsiagaan, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, agar aktivitas masyarakat serta pembangunan di IKN tetap berjalan optimal dan tidak terganggu," kata Troy, dikutip Kamis (14/05/2026).

Strategi Pencegahan dan Deteksi Dini

Mengantisipasi kondisi tersebut, Otorita IKN menyiapkan strategi pengendalian karhutla mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan dan deteksi dini, pemadaman, hingga penanganan pasca-kebakaran.

Pada tahap pencegahan, Otorita IKN menyiapkan regulasi dan standar operasional prosedur (SOP) penanganan karhutla. Selain itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk masyarakat adat, juga diperkuat.

Penyampaian informasi turut dilakukan melalui kegiatan keagamaan seperti dakwah, serta pengawasan diperketat di kawasan rawan kebakaran.

Baca juga: Otorita Ajak Seluruh Pihak Optimistis IKN Terus Berlanjut

Dalam tahap kesiapsiagaan dan deteksi dini, Otorita IKN mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui pemasangan sensor kebakaran hutan di tujuh kawasan delineasi IKN yang memiliki potensi karhutla.

Pemantauan dilakukan secara langsung melalui command center Otorita IKN yang terintegrasi dengan sistem panggilan darurat dan panic button guna mempercepat respons penanganan.

Pos Damkar Disiapkan di Lima Lokasi

Selain memperkuat sistem deteksi dini, Otorita IKN juga menyiapkan infrastruktur pemadaman kebakaran di sejumlah titik.

Pos pemadam kebakaran disediakan di lima lokasi, yakni Maridan, Sepaku, Samboja, Loa Janan, dan Muara Jawa, termasuk pos damkar di kawasan KIPP IKN.

Baca juga: Ramai Putusan MK soal IKN Bukan Ibu Kota, Otorita Buka Suara

Otorita IKN juga memetakan potensi sumber air di kawasan delineasi guna memastikan ketersediaan pasokan air saat proses pemadaman berlangsung.

Sementara itu, pada tahap pasca-kebakaran, dilakukan inventarisasi luas area terdampak karhutla, pengawasan wilayah pascakejadian, serta penanganan lanjutan untuk mencegah kebakaran berulang.

Selain itu, Otorita IKN juga menggandeng desa dan lintas pemangku kepentingan melalui program masyarakat peduli api, masyarakat mitra polhut, dan desa tangguh bencana guna memperkuat kesiapan penanganan karhutla secara terpadu dan berkelanjutan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau