NUSANTARA, KOMPAS.com - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) optimistis pembangunan rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat rampung lebih cepat dari target awal.
Direktur Jenderal (Dirjen) Kawasan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati mengatakan, progres pembangunan rusun MBR di IKN saat ini telah melampaui target yang ditetapkan.
“Saat ini, progres mencapai 42,465 persen dari rencana 34,675 persen sehingga ada deviasi positif sebesar 7,781 persen. Rencana selesai di Oktober 2026, namun optimistis dapat diselesaikan di bulan September 2026,” ujar Sri di Kantor PT Bank Syariah Nasional atau BSN, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Pembangunan rusun MBR tersebut dilaksanakan oleh Kementerian PKP melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Kalimantan II Satuan Kerja (Satker) PKP Kalimantan Timur, bekerja sama dengan Otorita IKN (OIKN).
Kepala BP3KP Kalimantan II Mustofa Otfan melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus Satker PKP Kaltim Bayu Krisna Suryantara sebelumnya menjelaskan, pembangunan hunian ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan kawasan permukiman yang inklusif di IKN.
Baca juga: Rusun ASN IKN Dilengkapi Smart Home System, Standar Baru Hunian Birokrat
“Pembangunan rusun MBR di IKN dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui BP3KP Kalimantan II bekerja sama dengan Otorita IKN,” ujar Bayu.
Pada tahap awal, proyek ini mencakup pembangunan satu tower dengan total 65 unit hunian. Setiap unit memiliki luas 36 meter persegi dan telah dilengkapi furnitur modular multifungsi.
“Unit hunian bertipe 36 meter persegi sudah difasilitasi dengan furnitur modular multifungsi, ruang keluarga, dapur, ruang cuci dan jemur, kamar tidur utama, kamar tidur, kamar mandi, serta planter box,” jelas Bayu.
Rusun MBR tersebut dibangun di Sub Wilayah Pengembangan (SubWP) 1B Persil 1 MS.104.06, atau berdekatan dengan PSSI National Training Center.
Kawasan ini juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti area parkir, lapangan multifungsi, musala, balai warga, ruang komersial, klinik, dan fasilitas penunjang lainnya.
Selain itu, lokasi rusun disebut memiliki akses yang dekat dengan fasilitas kesehatan dan pendidikan, seperti RS Abdi Waluyo, RS Mayapada, Sekolah Taruna Nusantara, dan Universitas Gunadarma.
Terkait skema kepemilikan hunian, Bayu menyebut pihaknya masih melakukan pembahasan bersama Otorita IKN.
“Untuk skema kepemilikan sewa atau sewa-milik, saat ini kami masih berdiskusi dengan pihak Otorita IKN,” tutup dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang