Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Sampah plastik, ranting, kertas, hingga berbagai jenis sampah lainnya menjadi misi bagi para peserta saat menyusuri Pantai Tanah Merah, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, Sabtu (13/06/2026).
Warga, pelajar, komunitas, pelaku usaha, dan sejumlah mitra turun bersama dalam Aksi Bersih Pantai dan Penanaman Mangrove yang digelar Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Salah satunya, kegiatan ini melibatkan perwakilan satuan pendidikan, yakni MTs Al Hidayah dan SD Negeri 018 Samboja.
Baca juga: Groundbreaking sejak Era Jokowi, Sekolah Al Azhar IKN Tunggu Jadwal Otorita
Secara antusias, para pelajar mengikuti edukasi singkat mengenai sampah pesisir dan mangrove, sebelum turun bersama untuk melihat langsung bagaimana kawasan pantai dijaga melalui pemilahan sampah dan penanaman bibit mangrove.
Guru SD Negeri 018 Samboja, Rina Handayani, mengatakan kegiatan ini memberi pengalaman belajar yang berbeda bagi murid-muridnya.
Menurutnya, gerakan peduli lingkungan sudah dilakukan di sekolah setiap bulan, namun kegiatan di Pantai Tanah Merah membuat anak-anak melihat persoalan lingkungan dalam ruang yang lebih luas.
“Kegiatan ini mengandung pesan bagi anak-anak untuk menjaga lingkungan. Selama ini mereka belajar dari lingkungan sekolah, hari ini mereka bisa belajar dari lingkungan yang lebih luas. Kebersihan itu utama dan tanggung jawab bersama,” ujar Rina.
Baca juga: Otorita Janjikan UMKM Lokal IKN Jadi Prioritas, Bagaimana Wujudnya?
Dukungan juga disampaikan Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Aura Pandu Wirawan.
Menurutnya, aksi bersih pantai dan penanaman mangrove menunjukkan kerja bersama berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Nusantara.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan hari ini. Ini bentuk aksi nyata bersama Otorita IKN, Bank Indonesia, kementerian/lembaga terkait, dan para pemangku kepentingan di IKN untuk menjaga kelestarian lingkungan, supaya kawasan ini tetap hijau dan dapat mencapai tujuan IKN sebagai forest city,” ujar Pandu.
Dari aksi tersebut, sebanyak 202,7 kilogram sampah berhasil dikumpulkan, sementara 350 bibit mangrove ditanam untuk membantu menjaga ekosistem pesisir dan mengurangi risiko abrasi.
Baca juga: Otorita Gandeng Empat Kampus, IKN Jadi Laboratorium Hidup
Menutup kegiatan tersebut, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan, menjaga Pantai Tanah Merah tidak cukup dilakukan melalui kegiatan sesaat, tetapi perlu dilanjutkan melalui kebiasaan menjaga kebersihan dan merawat ekosistem pesisir.
“Kami berharap upaya menjaga Pantai Tanah Merah sebagai pantai yang bersih dan asri ini terus dilanjutkan. Kita perlu terus melakukan penanaman, terutama mangrove, karena kalau tidak ditanami, abrasi bisa semakin tinggi dan kita bisa kehilangan pantai yang indah ini,” tutup Myrna.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang