Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bandara Nusantara IKN dan Peluang Jadi Gerbang Haji Termurah Indonesia

Kompas.com, 19 Agustus 2026, 15:03 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Di antaranya termasuk pendaratan perdana Boeing 737-400 dan Bombardier Challenger CL 604 pada masa awal operasional.

Baca juga: Runway Bandara Internasional Nusantara IKN Terpanjang di Kalimantan

Aktivitas ini kemudian meningkat pasca kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke IKN pada Januari 2026, ditandai makin sering mendaratnya jet pribadi yang membawa investor dalam dan luar negeri serta pejabat tinggi negara yang ingin melihat langsung kemajuan pembangunan IKN.

Fenomena ini dibaca sebagai indikator bahwa infrastruktur mobilitas IKN mulai berfungsi secara faktual, meski belum satu pun pesawat wide body benar-benar mendarat di bandara ini hingga Mei 2026, sebagaimana diakui Imam sendiri.

"Kendati belum didarati pesawat berbadan lebar, namun bandara ini sudah berfungsi, menjadi gerbang bagi para tamu penting negara dan juga para investor," ujar Imam.

Sisi Udara Sudah Rampung, Sisi Darat Masih Menyusul

Dari sisi kesiapan fisik, sisi udara atau airside Bandara Nusantara memang sudah dalam kondisi rampung dan disebut ultimate.

Selain runway sepanjang 3.000 meter, bandara ini dilengkapi dua taxiway berukuran 146 meter kali 30 meter, serta apron seluas 97.189 meter persegi yang sanggup menampung lima pesawat wide body atau sembilan pesawat narrow body secara bersamaan.

Kapasitas pergerakan pesawat mencapai 19 pergerakan per jam, sebuah kapasitas yang tergolong tinggi untuk bandara yang baru dibangun.

Dari sisi terminal, kapasitas Terminal VVIP seluas 2.350 meter persegi dan Terminal VIP seluas 5.000 meter persegi mampu menampung 420 penumpang per jam, atau setara 1,6 juta penumpang per tahun.

Baca juga: Mengintip Kesiapan Bandara Internasional Nusantara IKN Beroperasi Komersial 2026

Namun sisi darat atau landside masih terus disempurnakan, mencakup hunian pegawai, penataan lanskap, serta yang paling krusial bagi rencana embarkasi haji, kantor karantina dan fasilitas keimigrasian untuk mendukung fungsi CIQ penuh.

Total investasi pembangunan bandara ini mencapai sekitar Rp 4,3 triliun, bersumber dari APBN, dengan rincian Rp 4,1 triliun untuk pembangunan sisi udara dan Rp 800 miliar untuk sisi darat.

Anggaran pemeliharaan tahunannya pun tidak kecil, mencapai Rp 9 miliar per tahun, konsekuensi logis dari spesifikasi teknis bandara yang dirancang khusus untuk melayani pesawat berbadan lebar sesuai standar operasional internasional.

Proses Panjang

Selain efisiensi waktu, Imam juga menjabarkan potensi penghematan dari sisi biaya operasional penerbangan.

Karena rute bersifat direct tanpa transit, dan status Bandara Internasional Nusantara sebagai bandara pemerintah, sejumlah komponen biaya berpotensi bisa direduksi, mulai dari biaya bahan bakar atau fuel, landing fee, hingga biaya pelayanan ground handling.

Kombinasi efisiensi waktu dan biaya inilah yang menurut Imam menjadikan potensi Bandara Nusantara sebagai embarkasi haji punya banyak nilai tambah.

Baca juga: Sertifikat Hak Pakai Korban Terdampak Bandara VVIP IKN Tuntas 2026

Namun optimisme teknis ini masih memerlukan proses panjang termasuk keputusan yang melibatkan banyak lembaga sekaligus.

Kuota haji Indonesia tahun 2026 sendiri mencapai 221.000 jemaah, dengan 203.320 di antaranya jemaah haji reguler yang tersebar di 16 embarkasi se-Indonesia, sebuah sistem yang sudah berjalan mapan dan tidak mudah diubah dalam waktu singkat.

Bagi Kalimantan Timur, khususnya penduduk di sekitar IKN dan Kalimantan Timur-Kalimantan Utara yang selama ini diberangkatkan lewat Embarkasi Balikpapan, potensi Bandara Internasional Nusantara sebagai gerbang haji baru tetap menjadi wacana yang menjanjikan.

Tapi sebagaimana ditegaskan Imam sendiri, keputusan akhirnya bukan soal seberapa unggul spesifikasi teknis sebuah bandara, melainkan seberapa cepat regulasi, kesiapan CIQ, dan konsensus lintas kementerian bisa terbentuk untuk mewujudkannya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau