Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bandara Nusantara IKN dan Peluang Jadi Gerbang Haji Termurah Indonesia

Kompas.com, 19 Agustus 2026, 15:03 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Setiap musim haji, biaya penerbangan selalu jadi komponen terbesar dalam ongkos naik haji yang dibayar jemaah.

Dari 16 embarkasi yang beroperasi tahun 2026, biaya berkisar dari Rp 52,9 juta di Yogyakarta hingga Rp 60,6 juta di Surabaya, dan Embarkasi Balikpapan, berada di angka sekitar Rp 55,5 juta.

Di antara struktur biaya ini, satu bandara baru di jantung Kalimantan, sejatinya menyimpan potensi mengubah kalkulasi tersebut: Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca juga: Bandara IKN Bakal Jadi Embarkasi Haji, Sasar Jemaah Kalimantan dan Sulawesi

Plt Kepala Bandar Udara Internasional Nusantara, Imam Alwan, membeberkan kepada Kompas.com, sejumlah keunggulan teknis yang menurutnya layak dipertimbangkan sebagai bandara embarkasi haji baru.

"Bandara ini berpotensi menggantikan atau melengkapi peran Banjarmasin dan Balikpapan yang selama ini melayani jemaah dari Kalimantan," ujar Imam, Senin (17/8/2026).

Siapa yang Sebenarnya Berwenang Memutuskan

Sebelum membahas keunggulan teknis, Imam menegaskan satu hal penting, bahwa penetapan status embarkasi haji bukan kewenangan pengelola bandara, melainkan kewenangan penuh Kementerian Haji dan Umrah, lembaga yang kini menggantikan peran Kementerian Agama dalam mengurusi penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.

Imam menjelaskan, penetapan itu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kesiapan fasilitas bandara, jumlah jemaah haji di wilayah tersebut, hingga ketersediaan asrama haji.

Baca juga: Pemeliharaan Bandara Internasional Nusantara IKN Rp 9 Miliar Per Tahun

Keputusan pun tidak berdiri sendiri. Menurut Imam, prosesnya melibatkan banyak pemangku kepentingan sekaligus, mulai dari Kementerian Haji dan Umrah, pemerintah provinsi, Kementerian Perhubungan, otoritas Customs Immigration Quarantine atau CIQ, hingga maskapai penerbangan.

Artinya, sekuat apa pun argumen teknis yang dimiliki Bandara Nusantara, keputusan akhir tetap berada di ranah politik dan administratif lintas lembaga.

Direct Flight ke Jeddah, Tanpa Transit ke Kualanamu

Keunggulan pertama Bandara Internasional Nusantara yang ditekankan Imam adalah kemampuannya melayani penerbangan langsung pesawat wide body atau berbadan lebar dari IKN menuju Jeddah maupun Madinah, tanpa perlu transit.

Ini kontras dengan pola penerbangan haji embarkasi Kalimantan selama ini, di mana pesawat kerap harus melakukan technical landing di Bandara Kualanamu, Medan, untuk pengisian bahan bakar tambahan sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi.

Baca juga: Jet Pribadi Makin Sering Mendarat di Bandara Internasional Nusantara IKN

Dengan rute langsung tanpa singgah di Medan, Imam memperkirakan penghematan waktu tempuh bisa mencapai 1,5 jam per penerbangan.

Bagi jemaah haji yang mayoritas berusia lanjut, pengurangan waktu perjalanan sepanjang itu bukan angka kecil, mengingat daya tahan fisik jemaah lansia menjadi salah satu perhatian utama Kementerian Haji dan Umrah dalam setiap musim haji.

Keunggulan teknis ini diperkuat spesifikasi Bandara Internasional Nusantara yang dirancang memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter, menjadikannya runway terpanjang di seluruh Pulau Kalimantan.

Dimensi ini dikategorikan ultimate dan mampu mengakomodasi pesawat terbesar di dunia, termasuk Boeing 777-300ER dan Airbus A380, dua tipe pesawat yang lazim digunakan maskapai untuk penerbangan haji jarak jauh.

Baca juga: Kapan Bandara Internasional Nusantara IKN Resmi Dibuka untuk Umum?

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau