Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Kota Mesin Penggerak Ekonomi Masa Depan Masih Punya PR Kualitas SDM

Kompas.com, 10 Juli 2024, 13:02 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Tiga kota yakni Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan, dan Samarinda, dirancang sebagai mesin penggerak ekonomi untuk Indonesia masa depan.

Sesuai Rencana Induk IKN dalam Lampiran UU IKN Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) 14 Maret 2022, ketiganya akan dikembangkan sesuai fungsi masing-masing.

IKN sebagai inti pemerintah dan pusat inovasi hijau untuk wilayah Kalimantan, juga didesain sebagai pusat layanan pemerintah dan masyarakat, pusat inovasi dan pusat bakat, pusat ndustri bersih dan berteknologi tinggi, serta basis untuk pariwisata.

Baca juga: Jelang HUT RI di IKN, Kamar Hotel Penuh dan Tarif Melonjak 50 Persen

Sementara Balikpapan diskenariokan sebagai otot atau simpul hilir minyak dan gas (migas) dan logistik untuk Kalimantan Timur, sekaligus pusat hilirisasi industri pengolahan migas menjadi petrokimia.

Dan Samarinda dijadikan jantung dan pusat sejarah dengan sektor energi yang diremajakan, pusat pemerintahan untuk Kalimantan Timur, mercusuar untuk penambangan batubara berkelanjutan, serta asis manufaktur baru untuk energi terbarukan.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Tri Dewi Virgiyanti menuturkan, ketiga kota ini menjadi superhub yang dirancang untuk menghadapi tantangan ekonomi melalui strategi ekonomi dan ekosistem relevan.

Baca juga: Tak Ganggu Penerbangan Komersial, Uji Coba Sky Taxi IKN Akhir Juli

Superhub Ekonomi IKN juga dirancang untuk beroperasi pada tiga tingkatan, yaitu secara domestik, global, dan universal.

"Dalam rancangn induk, bagaimana kita mewujudkan tujuan terintegrasi dalam skala lokal melalui strategi three cities IKN-Balikpapan-Samarinda, sektor ekonomi prime-mover, dan memperkuat rantai nilai domestik untuk wilayah Kawasan Timur Indonesia," urai Virgi kepada Kompas.com, Selasa (9/7/2024).

Selain itu, juga mewujudkan tujuan terhubung dalam skala global. Di tingkat Asia, Ekosistem Superhub akan memperkuat klaster farmasi, petrokimia, serta pertanian dan inovasi pangan.

Di tingkat global, Ekosistem Superhub akan memperkuat klaster kota pintar dan pusat teknologi digital, kendaraan listrik, serta ekowisata dan kesehatan, sekaligus mewujudkan tujuan memberikan Inspirasi secara universal.

Menurut Virgi, Superhub Ekonomi IKN juga akan menjadi teladan sebagai kota yang hijau, berkelanjutan, dan bertaraf hidup tinggi di tengah tantangan perubahan iklim dengan menggunakan teknologi.

Baca juga: Basuki Bertetangga dengan Budi Karya, Budi Gunadi, dan Anas di IKN

Namun, untuk mencapai hal itu, pemerintah daerah harus siap. Terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)-nya yang masih menjadi pekerjaan besar.

"Dalam sektor konstruksi saja, SDM masih didatangkan dari Pulau Jawa, karena mereka memiliki kemampuan untuk bekerja dengan teknologi tinggi di bidang konstruksi. Belum lagi teknologi digital, jadi ini memang harus disiapkan secara simultan dan terus menerus," tegas Virgi.

"SDM berkualitas harus mampu kita ciptakan dengan berkelanjutan. Caranya dengan membentuk kurikulum di sektor pendidikan yang sesuai dengan bidang-bidang yang dibutuhkan dalam rancangan Superhub Ekonomi IKN ini," tuntas Virgi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau